Yutaka Katayama. 48 tahun silam, ia berhasil mencetak sejarah sebagai pemimpin yang membidani lahirnya sebuah Grand Touring (GT) sportscar asal Jepang berlabel Fairlady. Sebagai President of Nissan Motor USA saat itu, ia melihat ada peluang besar untuk mengangkat nama Nissan dan Datsun di dunia.

Dimatanya, mobil GT haruslah bergaya, inovatif, bertenaga besar dan mudah dalam perawatan karena bisa subtitusi parts dari mobil semerek. Akhirnya dibawah arahan Yoshihiko Matsuo, Chief of Nissan Styling Studio, bersama sepuluh orang timnya berhasil meracik sebuah mobil GT bergaya sport dengan tipe yang diberi nama 240 Z untuk diproduksi massal.

Sejak itu Nissan Fairlady atau 240 Z terus melakukan regenerasinya sampai sekarang hingga berhasil mencetak sejarah panjang di dunia roda empat.

Di usianya yang memasuki 48 tahun, Nissan kembali merilis varian terbaru Z edisi khusus bertitel Heritage Edition. Varian yang berbasis dari Nissan 370 Z ini hadir dengan warna kuning ‘chicane yellow’ yang atraktif serta grafis hitam.

Bagi penggemar warna gelap, Nissan menawarkan pilihan lain berwarna hitam ‘magnetic black’ yang diikuti dengan grafis berwarna silver. Sejumlah peremajaan tampilan turut dilakukan pada Heritage Edition ini. Semisal grill, handle bukaan pintu serta perangkat kopling set dari Exedy yang mendukung performanya.

Soal performa, Nissan 370 Z Heritage Edition ini dibekali dengan sumber tenaga berkonfigurasi V6 3.7 liter bertenaga 332 dk. Nissan menyediakan dua pilihan transmisi manual 6-percepatan atau otomatik 7-percepatan untuk mobil ini.

Di Amerika Serikat, Z Heritage Edition ini dibanderol seharga US$ 30.855 atau Rp 410 juta untuk varian manual serta US$ 32.155 atau setara Rp 427 juta untuk varian bertransmisi otomatik.