Siang itu saya menghadiri sebuah acara perkenalan mobil baru yang dihelat oleh Ferrari Jakarta. Mereka menghadirkan hypercar spesialnya, LaFerrari Aperta, di Indonesia sebagai salah satu bagian perayaan hari jadi brand asal Maranello yang ke-70 tahun.

Hypercar tersebut memasuki aula sambil disorot lampu yang membuat penampilannya begitu keren. Wartawan yang hadir berebut mengambil gambar. Hingga akhirnya mobil yang hanya ada 209 unit di atas planet ini dikelilingi oleh mereka yang penasaran ingin melihat lebih dekat.

Pada hari itu, LaFerrari Aperta adalah ‘bintang tamu utama’. Ia yang seharusnya memperoleh perhatian penuh dari seluruh hadirin. Namun, ada anomali yang terasa dalam gedung yang berlokasi di BSD City, Tangerang tersebut.

Yang membuat saya justru tak sabar menyelesaikan tugas mengambil gambar hypercar atap terbuka itu dan beranjak ke mobil lain. Mobil yang jauh lebih kuno, namun punya kecantikan luar biasa.

LaFerrari Aperta boleh jadi canggih dengan mesin V12 hybrid KERS. Dari segi visual, mobil itupun sungguh dramatis dilihat dari depan sampai belakang. Sangat bertentangan dengan keanggunan milik Ferrari 250 Testa Rossa yang terparkir hanya beberapa meter di depannya.

Meski demikian, bukan berarti 250 Testa Rossa tak punya nama di sirkuit. Pada periode 1957 ke atas nama Ferrari 250 Testa Rossa dominan dalam dunia balap. Kegemilangan sportscar bermesin V12 2.953 cc ini bisa dengan mudah dilacak lewat literatur yang ada di dunia maya.

Ferrari 250 Testa Rossa tercatat mulai diluncurkan pada 1957 agar pabrikan punya mobil yang bisa ikut balapan kelas 3 liter di Le Mans dan Worlds Sports Car Championship musim balap 1958.

Tak tanggung-tanggung, 250 TR berhasil menyabet 10 gelar Worlds Sports Car Championship dan 3 titel juara 12 Hours of Le Mans. Itu belum lagi ditambah prestasinya di Sebring 12 Hours dan Targa Florio. Kompetitor terkuatnya kala itu adalah Aston Martin DBR1.

Seperti sudah saya bilang, mobil ini cantik luar biasa. Dari jauh, siluet bodinya terbilang unorthodox. Bentuk bagian depan yang mancung menegaskan kalau bodywork 250 TR mengambil desain dari mobil F1 masa itu. Bagian depannya tersebut merupakan air duck yang mengalirkan angin ke arah rem depan dan keluar di bagian depan rumah roda.

Bagi Anda yang bertanya-tanya tentang arti “Testa Rossa”, kombinasi kata tersebut berarti “kepala merah”. Merujuk pada valve cover di kepala silinder yang dicat dengan warna kebanggaan Kuda Jingkrak.

Ferrari 250 Testa Rossa akan menjadi salah satu penampil dalam ajang Ferrari Festival of Speed akhir pekan nanti. Adu pesona dengan puluhan mobil Ferrari lain lintas era di hadapan muka umum.