Cleveland CycleWerks Misfit: The Light Racer

Sudah lima dekade lebih cafe racer lahir dan menginfluensi anak muda lintas generasi untuk mendadani tunggangan roda duanya. Mengambil kiblat dari apa yang menjadi kebanggaan para pro sub-kultur rock n’ roll di negeri sang ratu, Inggris.

Pecahnya fenomena sub-kultur rock n’ roll versus mods yang berebut tempat di tatanan sosial Inggris awal 1960-an itu begitu masif. Fenomena itu meluas bahkan sampai-sampai batas geografis negara tak bisa menahannya sebagai sebaran budaya populer.

Setiap elemen sub-kultur rock n’ roll diserap oleh banyak pihak dengan caranya masing-masing. Tentunya dengan sedikit modifikasi buat melahirkan ciri khas tertentu. Tak terkecuali yang dilakukan oleh para merek-merek dagang multinasional.

Di industri otomotif, cafe racer – yang kami yakini sebagai salah satu elemen sub-kultur rock n’ roll – merupakan daya tarik besar. Bahan jualan yang potensial, khususnya buat brand yang berusaha dekat dengan dunia kustom dan berajalan di koridor lifestyle. Cleveland CycleWerks Misfit inilah salah satu contoh produknya.

Menjadi bagian dari sebuah brand yang namanya lahir di Amerika, Misift cukup menarik di mata kami. Setidaknya, motor ini mengundang tanya: beginikah hasil penerjemahan yang dilakukan oleh orang-orang Ohio terhadap salah satu elemen fenomena penting budaya populer tersebut?

Sekilas tentang Misfit, motor ini tercatat sebagai model kedua yang dibuat oleh Cleveland CycleWerks (CCW). Model pertamanya adalah Heist. Ya, merek ini memang belum lama menggeluti industri roda dua. Ensiklopedia bebas mencatat CCW baru berdiri pada 2009 silam.

Unit berwana hijau terang yang kami coba ini adalah Cleveland CycleWerks Misfit Gen II. Sebagai model facelift, motor ini membawa sejumlah perbuhan pada rancangannya. Di situs resmi CCW global disebutkan bahwa Misfit Gen II punya sasis yang lebih besar dengan tujuan agar motor tambah stabil di kecepatan tinggi.

Dibanding dengan generasi pertamanya, sasis Misfit Gen II pun dibuat lebih condong ke depan. Dengan begitu didapat posisi riding yang sporti. Sejujurnya, menunggangi Misfit cukup nikmat dengan joknya tergolong rendah dan posisi setang yang membuat tangan menjulur ke depan. Seolah-olah produsen sudah melakukan perhitungan cukup matang terhadap postur tubuh orang Asia. Atau memang motor ini dibuat di Asia?

Tema cafe racer kental di Misfit. Motor ini punya tangki bahan bakar dengan desain cukup besar dan keren. Terdapat pahatan yang dalam di masing-masing sisi samping tangki. Dari hal fungsi, ini membuat lutut mendapat tempat yang layak ketika riding. Di bagian belakangnya terdapat cover jok yang bisa dilepas seandainya Anda hendak membonceng partner.

Lampu depan dengan bohlam biasa dibuat membulat sehingga memberi kesan retro. Kesan yang sama juga lahir dari penggunaan dua buah instrumen peredam untuk di belakang. Dan menariknya Misfit sudah menggunakan up side down. Redamannya memang agak kaku, namun justru menunjang kelincahan motor bermanuver.

Secara keseluruhan Misfit dengan mesin satu silinder 223 cc-nya sudah cukup mumpuni untuk dimiliki peminat café racer pabrikan kelas entry level. Baik soal performa maupun harganya.

Pertimbangannya adalah Anda bisa membeli motor ini dengan harga Rp56,3 juta. Atau membangun café racer kustom dengan bahan motor bermesin sekelas yang nanti total dananya tak jauh berbeda. Terlebih lagi dengan membelinya, tersedia pula layanan-layanan standar diler seperti gratis servis di bengkel resmi dan garansi. Seorang rocker pun ingin dimanjakan, bukan?

Soal performa, Misfit memang tak menjanjikan banyak. Tapi yang kami dengar pihak PT Sumatra Motor Indonesia (SMI) selaku distributor resmi CCW di Indonesia menyediakan paket upgrade performa mesin tanpa korbankan garansi. Dengan begitu jadilah The Light Racer yang asyik digeber sekaligus jadi alat pergaulan anak muda sekarang.