Tak terlihat aktivitas mencolok di dalam diler Cleveland CycleWerks (CCW) ketika saya menginjakkan kaki di sana pada suatu siang yang terik. Membuat saya berpikir: apakah saya datang di waktu yang salah?

Padahal saya datang ke diler di daerah Bintaro tersebut atas sebuah undangan tuan rumah. Sebuah undangan yang cukup unik menurut saya.

Berada sendirian di sana perasaan canggung pun muncul, meskipun tak bertahan lama. Karena perlahan saya mulai tertarik dengan setiap sudut ruangan diler CCW sekaligus isinya. Mulai dari deretan motor Cleveland CycleWerks yang dipajang, koleksi item fashion keren, hingga ornamen di dalam ruangan bahkan dinding-dindingnya yang penuh sentuhan seni.

Tiba-tiba ada yang menyapa. “Selamat siang mas, terima kasih sudah datang. Hari ini kami ingin memperkenalkan fasilitas CCW Lounge. Yuk, acaranya di atas,” tutur seorang personel diler yang otomatis membuat saya berhenti mengambil gambar dan melangkahkan kaki ke lantai dua.

Sebelum meninggalkan lantai satu, saya kembali menyapu pandangan ke sekililing ruangan hingga akhirnya berkesimpulan: ya, ini beda dari kebanyakan diler motor karena benar-benar mengedepankan aspek estetika.

Sebuah kesan pertama yang unik dari diler dengan tema desain mirip gaya industrial. Banyak mengekspos material besi yang seolah-olah dibiarkan tanpa finishing. Seperti halnya yang saya temui pada rak-rak atau tangga yang mengantarkan saya ke sebuah lorong di lantai dua.

Rasanya pihak CCW tak bisa sedikit saja membiarkan dinding dilernya polos. Sepanjang lorong di lantai dua itu pun Anda akan melihat lukisan di dinding yang eksekusinya jempolan.

Lorong tersebut menuju tempat yang dinamakan CCW Lounge, salah satu spot unggulan di diler CCW  berupa cafe yang menyuguhkan beragam menu makanan menggugah. Di dalam CCW Lounge inilah saya mulai melihat kerumunan orang-orang yang sudah asyik terlibat obrolan ataupun menikmati es kopi yang segarnya cukup ampuh melawan panasnya hawa siang itu.

Bukan peluncuran motor baru atau juga program penjualan khusus, namun saya dan orang-orang yang hadir di sini akan mengikuti food testingHhmm, acara yang cukup unik buat seseorang yang biasa meliput agenda otomotif sehari-harinya seperti saya.

Akhrinya satu persatu menu makan pun keluar untuk dicicipi. Mulai dari soto betawi, hamburger, nasi goreng plus ayam goreng, roti bakar, hingga empek-empek. Menu-menu itu keluar dari sebuah dapur yang berada di lantai yang sama.

Mengintip daftar menunya yang mencantumkan nama-nama Indonesian dan Western food, ternyata makanan-makanan ini dibanderol dengan harga yang cukup bersahabat.

Sampai di sini fokus saya pecah. Selain karena menu makanan yang dicicipi cukup banyak, ruangan ini juga menyimpan banyak daya tarik yang menyita perhatian.

Di pojok ruangan ada rak cukup besar dengan tulisan ‘Speed Shop’ menyala. Rak itu menampung suku cadang dan aksesori motor berlabel Cleveland CycleWerks. Inilah yang membuat kami menilai CCW Lounge lebih dari sebatas cafe.

Adanya komponen-komponen itu bukan hiasan semata. Karena CCW Lounge ini juga ditujukan buat ruang diskusi konsumen dengan personel diler. Terutama konsumen yang pengen melakukan ubahan-ubahan pada motornya. Jadi, setidaknya rak spare part di sana memudahkan akses dalam memilih.

Satu hal lagi yang keren di CCW Lounge ini ialah adanya jendela yang tembus ke bengkel. Jadi konsumen yang sedang menservis motornya bisa memantau proses pengerjaan dari bangku kafe yang nyaman.

Soal kapasitas, CCW Lounge bisa menampung hingga dua puluh orang. Namun, kalau mau standing party bisa diisi 60 hingga 70 orangTersedia akses wi-fi di dalamnya yang berguna melancarkan aktivitas kerja Anda apabila memutuskan remote working dari sini.