Berbuka puasa ditengah kemacetan jalan memang kurang mengenakkan. Namun bagi kaum urban yang tinggal di kota Metropolitan, hal ini agak sulit dihindari mengingat padatnya aktivitas pekerjaan.

Membawa bekal makanan, merupakan salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan untuk membatalkan puasa saat Adzan Maghrib berkumandang. Hal ini juga dapat menghemat waktu perjalanan Anda tanpa harus mampir ke Rumah Makan yang notabene padat pengunjung saat waktunya berbuka puasa.

Namun sebaiknya, bekal makanan yang dibawa haruslah yang cukup mengandung vitamin dan gizi yang diperlukan bagi tubuh setelah seharian berpuasa. Ada baiknya juga bentuk bekal yang Anda siapkan berupa makanan ringan agar ringkas dan tidak mengganggu aktivitas mengemudi.

dr. Meiriani Sari dokter umum yang sehari-hari berpraktik di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat menyebutkan tak perlu banyak menyiapkan menu bekal untuk berbuka puasa dijalan. Yang penting harus memiliki kandungan yang seusai dan diperlukan bagi tubuh.

“Utamakan mengkonsumsi makanan yang memilki kandungan gula alami seperti kurma dan buah-buahan. Manis alami yang datang dari makanan-makanan tersebut mampu memberikan tenaga bagi tubuh setelah berpuasa,” tambah dr. Meiri.

dr. Meiri menambahkan, hindari makanan yang mengandung minyak seperti gorengan. Karena selain dapat menyebabkan radang pada tenggorokan, mengkonsumsi gorengan saat mengemudi membuat tangan jadi berminyak dan mengotori kabin kendaraan Anda.

Lebih lanjut dokter lulusan Pascasarjana Universitas Gajah Mada, Yogyakarta tersebut menjelaskan, untuk minuman sebisa mungkin siapkan teh manis hangat yang dikemas dalam sebuah gelas tertutup. Hindari minuman yang mengandung soda dan asam agar kondisi perut tetap aman saat berkendara, ujarnya.