“Suatu hari dirinya menggambar sebuah strip yang ia mau untuk sepatu kami. Lalu pergi ke ahli paten yang sekaligus pembuat sepatu di Boston. Ditunjukkanlah gambar strip itu. Dia menyebutnya ‘the jazz stripe’ dan mereka semua menyukainya.

Jadi dipasanglah pada model Old Skool, style 36. Itulah sepatu skateboard pertama kami yang menggunakan bahan kulit dan kali pertama keluar 1977.”

Begitu Steve Van Doren mengisahkan apa yang dilakukan ayahnya dalam sebuah buku berjudul “Vans: Off the Wall (50th Anniversary Edition)”. Anak dari Paul Van Doren, pendiri merek sepatu legendaris Vans tersebut menuturkan secara panjang lebar mengenai berbagai aspek yang kini melekat pada merek Vans.

Salah satu fakta yang menggelitik adalah; nyatanya the jazz stripe tidaklah mengandung arti sama-sekali. Itu hanya sebatas hasil doodling yang memang dirasa perlu diciptakan untuk memberikan ciri khas sepatu-sepatu Vans. “Strip itu benar-benar tak lebih dari sekadar coretan asal-asalan, karena kami butuh tanda yang menjadi ciri khas di samping sepatu kami,” kata Steve.

Steve boleh saja berkata demikian apabila merujuk pada masa lalu. Namun, perjalanan brand ini selama lima puluh tahun lebih telah memberi makna penting buat sepatu-sepatu Vans. Termasuk coretan the jazz stripe itu sendiri di mata penggemar sepatu Vans.

Ya, sebuah ikon yang memang kalah pamor kalau dibanding Swoosh milik Nike atau 3-stripes kepunyaan Adidas. Meski demikian, hype terhadap merek Vans tak pernah surut di banyak kalangan dan merek ini telah melakukan penetrasi ke berbagai wilayah budaya populer.

Berawal dari keidentikkannya dengan dunia skateboarding dan surf. Vans membawa brand value berupa kreatifitas di atas segalanya. Penggunanya adalah insan yang memilih sepatu kanvas simpel dan mengadopsinya ke beragam arah gaya.

Dalam perjalanannya pun merek ini akhirnya identik dengan sepatunya para mastermind di masing-masing bidang kreatif yang diselami.

Khusus penggunanya di Indonesia, mulai sekarang mungkin agak kesulitan mencari Vans orisinil lataran PT Gagan Indonesia, distributor Vans di sini dinyatakan bangkrut. Dan sudah mengumumkan menutup toko-tokonya sementara pada akhir pekan kemarin.