Triumph Bonneville Bobber: Ini Bukan 1940 Lagi, Bung!

Kembali ke tahun 1940-an, muncullah istilah ‘bobber’ yang kini dikenal sebagai salah satu aliran motor kustom. Kala itu bobber lahir dengan ciri khas jok single seat, menggunakan fender belakang pendek (bobbed / bob-job), dan tampil telanjang tanpa aksesori sehingga cukup ringan serta kencang di jalanan lurus.

Para fanatik akan bilang kalau bobber yang sesungguhnya haruslah lahir dari proses kustom. Lebih afdol lagi dibangun menggunakan basic motor hard tail lawas yang sekaigus punya aura hot rod.

Well, itu tak sepenuhnya salah, namun jaman sudah berubah. Dan tak semua orang memiliki skill ataupun waktu untuk membangun bobber sebagaimana anggapan tersebut.

Celah inilah yang menjadi tempat bagi motor-motor factory custom, seperti halnya Triumph Bonneville Bobber.

Sekilas, siapapun yang melihat motor ini mungkin beranggapan Bonneville Bobber adalah model baru yang dibangun dari nol. Meski pada kenyataannya ia adalah hasil rombakan platform T120 yang ‘ditarik’ menjadi lebih melar.

Dari segi desain, lewat Bonneville Bobber, Triumph lagi-lagi berhasil melahirkan motor yang punya visual sangat atraktif. Cobalah parkir motor ini dan lihat. Dari segala sisi tampang Bonnville Bobber sungguh memanjakan mata.

Sejumlah literartur asing menyebutkan Triumph butuh tiga tahun dalam melakukan pengembangan Bonneville Bobber. Objektifnya ialah membuat motor yang membawa DNA T120 dengan tidak meninggalkan emosi bobber yang otentik.

Dan tak kalah penting, hasilnya masih menyisakan ruang bagi pemiliknya untuk melakukan modifikasi.

Stance Bonneville Bobber terbilang cukup rendah dengan jok solonya. Jok itu sendiri memiliki dua pengaturan ketinggian untuk mencapai posisi riding yang pas. Tak butuh waktu lama bagi saya untuk menyesuasikan diri dengan Bonneville Bobber properti PT Garda Andalan Selaras (GAS) yang kami coba beberapa waktu lalu.

Sekilas mengenai sensasi berkendaranya; Bonnville Bobber menyuguhkan posisi riding yang rileks. Berada di atas joknya, Anda akan ‘digoda’ untuk menghabiskan waktu selama mungkin bersama motor ini.

Di lain sisi, tenaga dari mesin 1.200 cc-nya tersalurkan secara ‘dewasa’ via transmisi 6-kecepatan. Yang artinya motor ini kencang, tapi Anda tetap bisa menakar semburan tenaga yang keluar dari setiap inci putaran gas.

‘Kedewasaan’ itu saya temui pula pada pada suara yang disemburkan kenalpotnya. Melihat pipa gas buang model slash-cut yang menempel, awalnya saya pikir Bonneville Bobber bakal punya suara yang teriak.

Namun, pada motor ini kualitas suara lebih mendominasi dari pada volume. Suaranya cukup bulat jauh dari kesan urakan.

Kemudian, tak salah memang motor ini masuk ke dalam bagian keluarga ‘Modern Classics’ Triumph. Karena Anda akan memperoleh motor dengan visual klasik yang kental, namun diiumbuh teknologi roda dua masa kini. Mulai dari riding modes (Road / Rain), ride-by-wire, traction control, dan immobiliser.

Kami rasa itu semua sudah cukup untuk menjadi jaminan performa Bonneville Bobber.