Tanpa terasa, bulan suci Ramadhan sudah hampir mencapai penghujungnya. Kurang lebih dalam delapan hari, mayoritas masyarakat Jakarta akan merayakan hari kemenangan, Idul Fitri.

Ritual mudik ke kampung halaman, sudah menjadi tradisi para warga kota metropolitan dalam merayakan Lebaran. Seperti biasanya, jutaan warga masyarakat diperkirakan akan memadati arus mudik Lebaran tahun ini sepanjang ruas tol penghubung pulau Jawa dan jalur Pantura.

Mencegah terjadinya tragedi kemacetan panjang berhari-hari akibat menumpuknya kendaraan pemudik seperti tahun lalu di Gerbang Tol Brebes Timur (Brexit), para pemudik sebaiknya mengambil langkah antisipasi sebelum melakukan perjalanan. Diantaranya mulai pemilihan waktu keberangkatan, pemilihan jalur yang akan dilalui hingga persiapan kendaraan untuk melalui kepadatan jalur mudik Lebaran 2017.

Waktu Keberangkatan

Pemerintah telah menentukan bahwa Jumat (23/6) sebagai hari cuti bersama libur Idul Fitri secara nasional. Diprediksi pada Kamis (22/6) malam akan terjadi lonjakan arus kendaraan yang meninggalkan Ibukota Jakarta menuju berbagai kota di pulau Jawa dan Sumatera.

Untuk mengurangi jumlah kepadatan kendaraan yang melintasi ruas-ruas jalan tol yang terintegrasi dengan Jakarta, PT Jasa Marga Tbk melalui Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur dalam siaran persnya menghimbau untuk lebih cermat dalam memilih waktu keberangkatan dan menghindari jam-jam padat yang difavoritkan pemudik.

“Biasanya waktu favorit yang dipilih pemudik adalah saat setelah sahur dan setelah berbuka puasa,” jelas Subakti.

Pemilihan Jalur

Manfaatkan kecanggihan teknologi navigasi yang terdapat pada ponsel pintar Anda atau sistem navigasi yang tersedia di mobil. Dengan memanfaatkan sistem navigasi, pemudik dapat mengantisipasi diri dari terjebak dalam kemacetan panjang melalui jalur lain atau jalur alternatif tanpa harus takut tersasar.

PT Jasa Marga Tbk juga menyarankan untuk para pemudik dengan kendaraan roda empat yang melalui ruas tol terintegrasi untuk mengunduh aplikasi Jasa Marga Care (JM Care) ke ponsel masing-masing. Lewat aplikasi ini, para pengguna jalan tol dapat mengetahui soal informasi kondisi lalu lintas terkini, Rest Area permanen dan temporary serta beberapa ruas jalan tol (fungsional) yang akan dioperasikan dan non-operasikan dalam keadaan darurat.

Perbekalan

Upayakan untuk membawa perbekalan makanan dan minuman yang diperlukan selama perjalanan. apalagi bagi para pemudik yang membawa anak kecil, sebisa mungkin segala kebutuhan asupan gizinya harus dapat terpenuhi meski berada di perjalanan yang menempuh waktu belasan jam.

Selain perbekalan makanan dan minuman, siapkan uang berbentuk tunai dan non tunai yang cukup untuk kebutuhan di perjalanan. PT Jasa Marga Tbk juga menyarankan untuk para pemudik menyiapkan uang elektronik untuk bertransaksi di Gerbang Tol. Selain menghemat waktu transaksi, uang elektronik juga memudahkan Anda dari kerepotan menyisihkan uang saat ingin membayar tol.

Persiapan Kendaraan

Menempuh perjalanan berjarak ratusan kilometer dengan durasi lebih dari belasan jam, dibutuhkan kesiapan kendaraan yang optimal. Diwajibkan bagi para pemudik untuk mengecek kualitas dan ketebalan ban mobil, kondisi kaki-kaki penunjang suspensi mobil hingga performa mesin sebelum mudik Lebaran.

Perhitungan konsumsi bahan bakar juga harus matang. Jangan sampai Anda kehabisan bahan bakar saat berada ditengah kemacetan lalu lintas. Rencanakan titik-titik pemberhentian untuk mengisi tangki bahan bakar selama perjalanan.

Stamina

Bukan hanya mobil, stamina pengemudi juga dipertaruhkan saat perjalanan jauh. Dalam kondisi tubuh yang kelelahan, tidak disarankan untuk melanjutkan perjalanan karena dapat mebahayakan diri sendiri, keluarga dan pengguna jalan lain.

Jika memungkinkan, ajak seseorang yang dapat ditugasi sebagai sopir cadangan atau pengganti saat lelah. Opsi kedua, manfaatkan Posko Mudik atau tempat istirahat yang telah disediakan pihak jalan tol atau fasilitas dari Agen Pemegang Merek (APM) untuk rehat sejenak.

Jasa Marga menyiapkan parking bay atau tempat pemberhentian sementara di 5 titik. Yaitu 4 titik di jalan tol Jakarta—Cikampek tepatnya di Km 18, Km 41, dan Km 59 arah Cikampek dan Km 34 dan Km 58  arah Jakarta serta 1 parking bay di jalan tol Palimanan—Kanci (Palikanci) di Km 191 arah Kanci.

“Satu titik parking bay dapat menampung 50 kendaraan golongan satu (mobil dan truk kecil). Adapun, fasilitas yang  dapat dinikmati pengguna jalan tol, yaitu musala,  toilet,  fasilitas  kesehatan, dan penyediaan BBM kemasan,” terang Subakti

Lebih lanjut Subakti menuturkan, konsep parking bay sebagai titik pemberhentian sementara dan dibebaskan dari kegiatan perniagaan serta hanya dibuka saat arus mudik balik Lebaran maupun libur panjang.

Selain parking bay di jalan tol yang telah beroperasi, Jasa Marga juga  menyediakan rest area sementara di jalan tol fungsional dalam jarak setiap 10 Km dengan fasilitas toilet, Mushola, fasilitas kesehatan, dan penyediaan BBM kemasan.