Baku City Circuit tergolong baru sebagai venue Formula 1. Salah satu sirkuit yang berkarakter cepat ini kali pertama menjadi tuan rumah pada 2016 silam.

Jelang kiprahnya sebagai host untuk kedua kali pada akhir pekan nanti, Jumat – Minggu (23-25/6), sejumlah pembalap mengutarakan opininya mengenai sirkuit sepanjang 6,003 km yang terbagi ke dalam tiga sektor tersebut.

Nyatanya, bukan hanya hanya layout sirkuit yang menjadi sorotan pembalap, namun juga arsitektur tua yang mengelilingi Baku City Circuit.

Tembok-tembok kastil tua yang ada di sana merupakan pemandangan tersendiri, namun juga bisa menjadi sumber bencana bagi pembalap.

“Balapan melewati kota tua dengan tembok-tembok sempit adalah seuatu yang keren, tapi membutuhkan waktu untuk mempelajari lintasan,” kata Nico Hulkenberg (Renault) dikutip dari Formula1.com. “Ada beberapa tembok yang ‘menunggu’ di sana jadi sangat penting untuk menjadi berani.”

Lalu, pernyataan unik terucap dari Daniil Kvyat (Toro Rosso) yang sebut Baku City Circuit ibarat perpaduan dua sirkuit.

“Track-nya unik, di mana sangat keren buat venue balapan. Sirkuit ini punya layout yang impresif: lintasan lurus luar biasa panjang yang kemudian disusul tikungan tajam. Di mana mobil seperti mau ‘mencium’ tembok. Hanya satu mobil bisa lewat, bikin balapan sangat menantang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kvyat sebut, “Ada ‘Monaco’ section, tapi di waktu bersamaan ada pula ‘Monza’ section, jadi ini adalah track yang spesial dan saya menyukainya.”

Dengan karakter sirkuit semacam itu bisa dipastikan balapan di Baku akan menjadi suguhan spesial buat penonton. Di mana setiap pembalap bakal menempuh total jarak 306,049 km dari 51 lap.

Tahun lalu Nico Rosberg memegang catatan lap tercepat, 1 menit 46,485 detik.