Setelah gagal dalam kesepakatannya terdahulu bersama FIA, Zoran Stefanovic tokoh yang membidani lahirnya calon tim Stefan GP pada 2010 silam kini mencoba kembali masuk ke kancah balap jet darat tahun depan. Ia hadir di GP Austria, akhir pekan lalu dengan maksud bertemu Ross Brawn, insinyur ahli dibalik kompetitifnya sebuah mobil Formula 1.

Nama Stefan GP pertama kali mengudara medio 2010 lalu. Saat itu Stefanovic bersama timnya telah melakukan serangkaian pengembangan untuk dapat menjadi peserta balap jet darat masa itu. Ia telah berhasil menggandeng produsen sasis asal Jepang, Toyota, bersama pembalapnya Kazuki Nakajima.

Tapi proyeknya saat itu harus dihentikan setelah Stefanovic tidak mendapat persetujuan dari FIA.

Di tengah-tengah rumor munculnya tim-tim baru, nama Stefanovic kemudian muncul lagi ke permukaan hingar bingar balap Formula 1. Kali ini ia mengungkapkan bahwa dirinya tengah menyiapkan rencana baru untuk mendirikan tim yang akan bermarkas di Italia, tepatnya di Parma.

Sejumlah nama ahli di konstruksi mobil balap F1 telah berhasil direkrutnya. Seperti mantan personel Williams dan Ferrari, Enrique Scalabroni, untuk memegang tanggung jawab di bagian teknis tim barunya termasuk perjanjian soal penggunaan fasilitas terowongan angin yang telah didapatnya.

Dilansir Motorsport, Stefanovic berkata, saya di sini untuk bertemu Ross Brawn, karena saya ingin mendirikan tim F1 yang akan bermarkas di Italia.

“Sebelum datang ke Austria, saya telah melakukan perjanjian-perjanjian yang sangat penting. [Tim] ini akan bermarkas di Parma, yang bertempat tidak terlalu jauh dari fasilitas terowongan angin. Saya juga telah merekrut spesialis aerodinamika untuk bekerja di proyek ini,” jelas Stefanovic.

Di tempat lain, Presiden FIA, Jean Todt, sebelumnya telah berkata bahwa ia hanya akan membuka undangan kepada tim baru jika ada kandidat-kandidat yang memang serius.

“Untuk saat ini kita memiliki sepuluh tim, dan idealnya kami ingin menambahkannya hingga 12 tim. Jadi jika ada kesempatan, jika ada satu atau dua kandidat tim baru yang serius, maka itu bisa menjadi kenyataan,” tutup Todt.