Scott Colosimo, founder Cleveland CycleWerks melihat Indonesia memiliki scene kustom yang kaya. Masing-masing daerah punya ciri khas kustom tersendiri yang menjadi kekuatan dan daya tariknya.

Sejauh ini Scott melihat ada tiga daerah yang memiliki ekosistem mendukung perkembangan kustom kultur, yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Beragamnya gaya kustom yang lahir di daerah-daerah ini mejadikan Indonesia unik dan berbeda dengan negara lainnya.

“Ini semua murni penilaian saya dari luar dan tak bisa dipukul rata. Tapi yang saya lihat, hasil kustom yang lahir di Jakarta kebanyakan sangat clean,” tuturnya saat ditemui usai konferensi pers pengumuman pembukaan diler Cleveland CycleWerks, hari ini (13/7) di Bintaro, Tangerang Selatan.

Di samping itu Scott kelihatan terpukau dengan kebanyakan motor kustom yang lahir di Yogyakarta. Banyaknya seniman yang juga nyemplung ke dunia kustom di sana memberi karakter kuat pada motor-motor kustom yang lahir.

“Di Yogya saya melihat adanya sentuhan budaya. Setahu saya di sana juga banyak seniman dan pengerajin metal. Jadi, detail-detailnya yang terbuat dari metal yang saya lihat di Yogya sangat menakjubkan,” sambungnya.

Meski demikian, masih menurut Scott, bukan berarti metal work di Jakarta punya kualitas di bawah Yogyakarta. Hanya saja pendekatan terhadap proses pembuatan metal tersebut yang berbeda.

Merangkumnya, Scott bilang, “Jakarta banyak mengedepankan performa, sedangkan Yogya adalah tentang sisi artistik.”

Sedangkan untuk Bali dengan adanya rumah kustom ternama di sana, Deus, memberikan influensi kuat terhadap scene kustom yang berkembang. Gaya cukup general dengan sentuhan budaya surfing dan pantai. Scott menyebutnya dengan istilah international style.