Mitsubishi Motors bergabung dengan aliansi Renault – Nissan pada akhir 2016. Dan kini kontribusi positifnya sudah mulai dirasakan. Total penjualan aliansi dilaporkan sudah mencapai 10 juta unit.

Mitsubishi Motors datang dua tahun setelah Renault dan Nissan memperdalam kemitraan mereka dengan menggabungkan empat fungsi utama yaitu Engineering, Manufacturing & Supply Chain Management, Purchasing and Human Resources.

“Kami terus melihat adanya hasil nyata dari konvergensi besar ini,” kata ujar Carlos Ghosn, Chairman and Chief Executive Officer Renault-Nissan Alliance.

“Sinergi kami yang terus berkembang membantu Renault, Nissan dan sekarang Mitsubishi Motors memenuhi tujuan finansial dan memberikan kendaraan bernilai lebih tinggi kepada pelanggan di era mobilitas.”

Saat ini anggota Aliansi diharapkan dapat mengenalkan lebih banyak teknologi generasi berikutnya pada kendaraan listrik, swakemudi dan mobil yang saling terhubung dan akan meningkatkan kesamaan platform, powertrain dan komponen untuk meningkatkan daya saing dan mengidentifikasi sinergi baru.

Pada bulan April 2017, Aliansi menciptakan unit bisnis kendaraan komersial ringan yang akan memberikan sinergi tambahan untuk van dan truk ringan. Unit baru ini akan memaksimalkan pengembangan produk bersama dan produksi silang, berbagi teknologi dan pengurangan biaya, sambil mempertahankan diferensiasi merek di antara anggota Aliansi.

Dengan penambahan Mitsubishi Motors, Aliansi diharapkan dapat menghasilkan sinergi tambahan dari pengadaan dan logistik bersama, serta kerjasama lebih erat dalam hal lokalisasi, pemanfaatan pabrik, platform kendaraan, berbagi teknologi dan perluasan kerjasama baik di negara mapan dan berkembang.

Mitsubishi Motors diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada Aliansi di berbagai bidang seperti kendaraan hybrid plug-in, pick-up, truk ringan dan kendaraan sport, serta memperkuat pasar di kawasan ASEAN.