Anggapan miring terhadap pengendara motor gede (moge) yang tertanam di benak masyarakat, memancing perhatian Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Djadoel untuk meluruskannya. Atas dasar itu, IMBI Djadoel menggelar Pertamax Plus – Enduro Bikers Summit 2015, pada Sabtu (12/12) di Sentul International Circuit, Bogor.

“Inti dari acara ini kita ingin agar para biker itu ramah dengan masyarakat,” ungkap Andre Dumais, Ketua Bidang Acara IMBI Djadoel. Andre menyampaikan amanat agar para pemilik moge lebih humanis dan membatasi egonya saat berada di jalan raya. “Jangan merasa karena mengendarai moge kita jadi hebat sendiri,” tambahnya.

Pihaknya berinisiatif mengundang komunitas-komunitas sepeda motor ber-cc kecil agar lebih mengenal satu dengan yang lain lewat acara ini. Langkah ini dipercaya bisa meruntuhkan sekat-sekat yang sebelumnya memisahkan antara penunggang moge dengan sepeda motor biasa.

Dalam pernyataannya, Andre mengklaim ada 40 komunitas dengan 700-an sepeda motor yang terdaftar untuk mengikuti Pertamax Plus – Enduro Bikers Summit 2015.

Pertamax Plus - Enduro BIkers Summit 2015 (2)

Salah satu kegiatan utama acara ini adalah Touring on the Track yang mengajak perwakilan komunitas mengitari lintasan sirkuit Sentul. Namun sebelumnya, korps Polisi Wanita (Polwan) Brigade Motor Ditlantas Polda Metro Jaya yang beratraksi di atas Harley-Davidson Electra Police berhasil mengundang decak kagum hadirin.

Sementara itu, panggung yang berdiri di area paddock difungsikan sebagai pusat acara yang berlangsung hingga malam. Menampilkan beragam bentuk games dan hiburan yang telah disiapkan pihak penyelenggara.

Nama IMBI Djadoel memang belum lama lahir. Organisasi beranggotakan 140-an orang ini baru terbentuk 1 September 2015 silam. Isinya merupakan jebolan-jebolan Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) yang kini sudah sepuh, rata-rata berusia 60 tahun namun masih ingin merasakan atmosfir komunitas otomotif.

“Organisasi ini akan lebih berperan sebagai jembatan antar komunitas untuk menyalurkan aspirasi. Dibilang ’djadoel’ bukan karena motornya tapi karena isinya orang-orang tua,” tutup Andre.

Teks & Foto : Mada Prastya