Tindakan paling tepat untuk menghidari kecelakaan akibat kondisi hujan adalah berhenti riding. Namun sayangnya, ada situasi di mana kita tetap harus melanjutkan perjalanan. Jika memang harus mengambil risiko tersebut, pahami tiga poin penting berikut.

Traksi
Hal yang kerap luput dari perhatian ialah performa ban yang digunakan. Bahkan, untuk ban tipe touring sekalipun. Pola dan material ban jenis ini memang dirancang untuk bisa mengatasi semua medan jalan, baik dalam kondisi kering maupun basah. Tapi kerekatannya pasti menurun saat berhadapan dengan jalanan berair. Aturan terpenting saat riding dalam kondisi hujan adalah memperlambat laju motor. Langkah ini bertujuan untuk mengimbangi jarak pengereman yang bertambah dan mereduksi lean angle di tikungan.

Visibilitas
Perbedaan suhu di dalam dan luar helm bisa menimbulkan embun. Hal ini sering terjadi namun tak banyak orang menyadari potensi bencana yang bisa ditimbulkannya. Masalah ini bisa diatasi dengan menggunakan produk anti embun yang beredar di pasaran. Namun pastikan produk tersebut aman untuk visor dan bagian dalam helm. Untuk sementara, sedikit membuka visor bisa jadi solusi. Hindari juga riding tepat di belakang motor lain untuk mengindari cipratan dari fender belakang.

Kenyamanan
Rider di Indonesia beruntung karena dihadapkan dengan suhu udara yang tergolong bersahabat, bahkan saat hujan. Di Barat sana, dingin merupakan momok yang sangat menakutkan. Namun yang jelas, pastikan jas hujan dalam kondisi prima agar tidak ada kebocoran yang membasahi badan. Kebocoran tersebut membuat riding tidak nyaman dan apapun yang mengganggu saat berkendara berpotensi jadi bencana.