Salah satu bentuk kecelakaan yang sering menimpa pengendara motor adalah mendapat hantaman dari belakang. Entah disebabkan oleh sudden break atau kurang awasnya pengguna jalan di belakang kita. Tak perlu cepat naik darah, karena ada empat cara efektif untuk menekan risiko kecelakaan seperti ini.

Langkah pertama, tentunya pencegahan. Sebelum terjun ke jalan raya, kita bisa pastikan semua instrumen motor bekerja semestinya. Termasuk tail light yang berguna merebut perhatian pengguna jalan di belakang saat kita melakukan pengereman. Langkah pencegahan ekstra bisa dilakukan dengan menggunakan riding gear dengan material retro-reflektif.

Langkah kedua, perhatikan posisi berkendara. Ternyata, himbauan sepeda motor jalan di sisi terluar atau sebelah kiri jalan kalau di Indonesia bukan tanpa maksud. Salah satu gunanya, membuka peluang kita memanfaatkan bahu jalan sebagai area “melarikan diri” begitu menditeksi ada kendaraan lain yang mengancam dari belakang. Hal yang sulit dilakukan kalau kita berhenti di tengah apalagi sampai berada di jalur lawan.

Langkah ketiga, masukkan perseneling saat berhenti. Cara ini dianggap bisa mengurangi dampak cidera saat kita mendapat hantaman dari belakang. Karena saat perseneling masuk, motor akan mendapat hambatan agar tidak terpental lebih jauh dan mengakibatkan cidera makin serius.

Langkah keempat, latihan menghindar. Cara ini memang bukan perkara mudah. Mengingat tak semua orang punya reflek dan penguasaan motor yang sama. Tapi kalau Anda sudah sangat akrab dengan roda dua, mungkin bisa mempraktikkan cara ini dengan cara melepas kopling seketika pada posisi perseneling rendah.