Ducati Indonesia yang kini berada di bawah naungan PT Cakra Motor Sports memperkenalkan jajaran terbaru Scrambler Ducati, Minggu (7/4) di Ducati Flagship Store, Jakarta Selatan. Ada empat model sekaligus yang dipamerkan ke hadapan para bikers, komunitas, dan tokoh roda dua pagi itu, meliputi varian Icon, Dessert Sled, Full Throttle, dan Café Racer.

“Pada kesempatan hari ini, kami akan memperkenalkan produk terbaru dari Scrambler Ducati yang saya yakini akan menjadi tren yang positif bagi para pecinta moge di Indonesia serta menjadi peluru baru bagi kami,” ungkap COO PT. Cakra Motor Sports Faby Tsui.

“Line Up Scrambler Ducati Model Year 2019 memiliki peningkatan dan penambahan dari segi fitur technology dan safety, details design lebih kontemporer dan peningkatan segi kenyamanan bagi pengendaranya. Dengan adanya penambahan fitur-fitur ini menjadikan Ducati Scrambler baru semakin mudah dan lincah untuk dikendarai, seperti filosofinya yaitu Joyful and Fun to ride. It’s a Land of Joy!” tambah Faby.

Pada kesempatan tersebut hadir komunitas Scrambler Ducati Rider, Desmo Owners Club Indonesia (DDOCI), Ducati Superbike Owner (DSO), berbagai komunitas big bikes, jajaran manajemen Ducati Indonesia, dan Ducati Motor Thailand.

“Cakra Motor Sports berkomitmen penuh dalam menjalankan bisnisnya sebagai distributor tunggal brand Ducati di Indonesia. Kami menyadari bahwa kesuksesan brand Ducati di Indonesia tidak hanya terukur dari segi penjualan, melainkan pelayanan purna jual yang baik,” ucap Annisa Saugi, CEO PT. Cakra Motor Sports.

Salah satu strategi yang diambil untuk menambah penetrasi penjualan ialah memperkuat layanan purna jual yang sudah ada dengan menambahkan free service up to 2 years bagi produk Ducati terbaru.

Scrambler Ducati Icon (Rp369.000.000)

Ducati Scrambler Icon adalah varian basic dengan harga termurah.

Scrambler Ducati Icon adalah hasil pertama dari Joyvolution. Dengan mesin baru berkapasitas 803cc, Aluminium dari panel samping baru yang lebih besar, cocok dengan baja dari tangki bergaya teardrop serta desain lampu yang tanpa cacat. Mesin yang dicat hitam, sirip kepala silinder, dan velg yang sesuai jika disandingkan dengan mesin Ducati Scrambler Icon ini memberikan penampilan yang memikat.

Scrambler Ducati Dessert Sled (Rp429.000.000)

Scrambler Ducati Dessert Sled (putih) tampil selayaknya motor petualang.

Scrambler Ducati Desert Sled menghidupkan kembali semangat sepeda motor off-road klasik Amerika tanpa menghilangkan esensi Scrambler Ducati. Dengan kerangka merah, kursi baru dengan jahitan yang terkoordinasi warna dan spoked wheel dengan velg hitam, motor ini lebih canggih dari versi sebelumnya.  Desert Sled yang baru juga dilengkapi dengan Mode Off Road Riding yang memungkinkan pelepasan ABS untuk membuat manuver-manuver yang dilakukan di “Dirt” atau tanah menjadi lebih liar dan menyenangkan.

Posisi berkendara dan suspensi Kayaba yang dapat disetel juga menjadikan unit ini menjadi lebih Fun untuk dikendarai. Karakter off-road yang kokoh terlihat dari pelindung headlight mesh, high mudguards (dirancang khusus untuk versi ini) dan skid pan engine.

Scrambler Ducati Full Throttle (Rp429.000.000)

Scrambler Ducati Full Throttle (kuning) tampil dengan gaya flat track.

Full Throttle baru terinspirasi dari Flat Track Scrambler dan dikendarai oleh pembalap California Frankie Garcia di 2018 American Super Hooligan Championship. Dengan warna tangki hitam kuning, bagian belakang yang serba baru dilengkapi kursi khusus dan plat nomor berbingkai putih, motor ini memiliki nuansa “Dirt Track” yang sangat kental. Stang rendah – ringan dan ergonomis – spatbor depan kokoh dan knalpot dual-peredam menambah kekhasan Scrambler Full Throttle.

Scrambler Ducati Café Racer (Rp429.000.000)

Gaya cafe racer terlihat jelas dari wujud terbaru Scrambler Ducati Café Racer.

Dengan corak baru, Café Racer terinspirasi dari Desmo legendaries Ducati 125GP- dan grafis Silver Ice Matt dengan bingkai biru – 17 inci spoked wheels dan aluminium bar-end mirror memberikan tampilan motor balap tahun 60-an yang keren, sementara pompa rem depan radial modern memberikan kinerja pengereman yang setara dengan motor sport. Dan masih ada lagi: knalpot dengan dual pipa knalpot, ujung hidung, pemegang lateral (dengan nomor 54 untuk menghormati Bruno Spiaggiari) dan mudguard kokoh adalah referensi yang jelas untuk motor yang meraung di jalan-jalan Inggris di tahun 60-an.