Nissan Rogue atau yang dibeberapa negara dikenal sebagai Nissan X-Trail dilaporkan memiliki masalah pada sistem penghenti laju otomatis di Amerika Serikat. Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional di Amerika Serikat atau NHTSA melaporkan adanya malfungsi pada fitur Automatic Emergency Braking (AEB) yang aktif tanpa sebab saat kendaraan melaju di jalan raya.

Hal ini dianggap berpotensi menjadi sumber dari kecelakaan lalu lintas yang berbahaya di jalan raya. Apalagi bila kendaraan sedang melaju di kecepatan tinggi saat berada di jalan bebas hambatan, tentunya juga bakal membuat bahaya bagi pengguna jalan lain.

Dilansir dari Motor 1, NTHSA melaporkan, sedikitnya ada 87 laporan dari pemilik Nissan Roque  yang bermasalah terhadap fitur ini di negaranya. Hal ini memicu NTHSA segera memeriksa sebanyak 675 ribu unit SUV Nissan lansiran 2017 dan 2018 tersebut di AS. Langkah ini sebagai tanggapan terhadap peninjauan petisi yang cacat, yang diajukan bulan lalu oleh Center of Auto Safety.

“Ketika Automatic Emergency Braking berfungsi dengan baik, ini merupakan pencapaian teknologi penting dalam keselamatan kendaraan,” kata Jason Levine, Direktur Eksekutif Center for Auto Safety. “Namun, ketika berkinerja tidak menentu dan tiba-tiba menghentikan mobil tanpa alasan, itu membahayakan baik penghuni mobil dan mobil berikut yang dapat menabrak kendaraan yang berhenti tiba-tiba.”

Menanggapi hal ini, Nissan mengatakan bahwa mereka telah menyelidiki masalah ini dan berbicara dengan NHTSA dan Transport Canada. Perusahaan telah memberi tahu semua pemilik Rogue  yang terpengaruh di AS dan Kanada tentang pembaruan perangkat lunak.

“Seperti biasa, Nissan akan terus bekerja sama dengan NHTSA dan Transport Canada dalam semua masalah keamanan produk,” kata Nissan dalam sebuah pernyataan. Untungnya, tidak ada laporan cedera atau kematian yang terkait dengan petisi ini.