NOIR Cafe (9)

Je t’aime!

Sepertinya bakal kelu lidah ini mengucapkan kata itu di depan sang pujaan hati. Namun, apa daya, perasaan yang telah tertahan di lubuk hati ini seakan memacu degub jantung dan keberanian untuk mengungkapkan. Tapi, ya memang tak afdol, jika saya hanya mengutarakannya lewat ucapan via teks, atau telpon.  Hingga akhirnya Sabtu lalu, janji candle light dinner-pun terukir manis di memo kalender.

NOIR Cafe (11)

Menengok ke belakang, dua hari sebelum momen indah itu terlewati, saya sempat dirundung dilema hebat, terkait pemilihan waktu dan tempat yang tepat untuk berkencan. Banyak tempat romantis yang jadi tujuan, seketika ditangguhkan. Alasannya pasti karena full booked. Apakah di Jakarta ini semua orang memiliki hasrat yang sama seperti saya? Who knows.. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Setelah sekian lama berkutat dengan ponsel pintar, akhirnya saya bisa memesan satu meja di sebuah cafe yang berlokasi di bilangan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Strategis? Sudah pasti. Letaknya yang berada di kawasan Selatan membuat gerai ini mudah dijangkau dari berbagai belahan Jakarta.

NOIR Cafe (3)

Akhirnya, romantic ceremony yang saya rencanakan resmi terlaksana di sebuah sudut paling nyaman di NOIR café. Namun, oupss… dating ini tak semulus perkiraan awal. Karena lima jam sebelum waktu yang telah ditentukan, tetiba klien besar asal Singapura minta meeting mendadak. Ketimbang pindah tempat, nuansa cozy dan kehangatan awak cafe membuat saya memutuskan untuk melakukan meeting di sini. Biar enggak kena macet dan membuat saya harus kehilangan waktu untuk berduaan bersama si dia. Well, tak disangka pergulatan negosiasi bisnis pun memakan waktu hampir tiga jam akhirnya selesai. Apa saya bilang, untung NOIR juga bisa dipakai untuk beragam kebutuhan. Mulai dari meeting, arisan, konperensi pers atau hanya berleyeh-leyeh sembari kongko bersama kolega.

IMG_4601_resize

Saat melihat papan nama NOIR Café, Concept Store and Barber Room, seketika tercuat ide untuk sedikit memperbaiki dandanan saya yang hampir kusam. “Boleh juga nih mengubah gaya rambut agar terlihat lebih fresh,” gumam saya. Tanpa perlu pikir panjang, saya langsung naik ke lantai 2  dan masuk ke dalam Barber Room. Tanpa perlu banyak instruksi, sang hair stylist langsung menunjukkan kepiawaiannya melakukan chipping, freehand hingga pointing untuk membentuk rambut saya dengan gaya semi slick back. Baluran pomade sebagai pulasan akhir pun membuat tampilan rambut menjadi lebih rapi.

NOIR Cafe (18)

But wait! Meeting siang tadi ternyata membuat pakaian saya sedikit kusut. Ketimbang pulang untuk ganti baju, lebih baik saya langsung masuk ke ruang samping saja. Dan ternyata pilihan saya tepat. Concept Store yang masih berada di lantai yang sama menyediakan beragam apparel keren dengan desain terkini. Paket celana panjang berikut kemeja biru menjadi opsi terbaik yang langsung saya tebus dengan harga relatif terjangkau. I’m ready!

NOIR Cafe (4)

Melangkah masuk ke dalam, atmosfer klasik yang terasa familiar tampak hangat menyambut kami di Noir Cafe. Susunan batu bata berwarna putih gading menyelimuti seluruh ruangan. Sofa kulit dan lampu vintage yang menempel di dinding semakin menghadirkan suasana romantis di senja ini. Nah, salah satu sudut yang tampak didesain dengan cahaya natural dan santai ini yang saya pakai untuk meeting tadi siang. Lengkap.

NOIR Cafe (12)

Ragam ornamen bergaya Perancis yang menghiasi interior café yang buka sejak Februari 2014 ini, seakan kembali menyapa kehadiran kami berdua. Meja kayu yang kami pesan khusus untuk acara makan malam sudah siap dihadapan. Padanan sofa kulit dan lampu vintage serta susunan batu bata berwarna putih gading-pun juga masih menyelimuti sudut ruang spesial ini. Romantis, homey dan sangat cozy.

NOIR Cafe (14)

Special menu-pun tiba di hadapan. Dan meskipun variasi menu yang disiapkan di sini cukup variatif, mulai dari hidangan Indonesia, multinasional hingga western, tapi untuk malam itu, saya sengaja order sepiring NOIR Mix Grilled kesukaan calon pacar. Paduan striploin, beef sausage, chicken breast, shrimp dan kentang gorengnya tampak berpadu lembut dengan baluran honey barbeque sauce.  Sedangkan plate manner saya terisi dengan semangkuk hangat Sop Buntut, dengan kuah kaldu yang menyegarkan kerongkongan.

NOIR Cafe (13)

But, wait.. sebelum ritual makan malam ini diresmikan, kami berdua terlebih dulu di sambut dengan Escargot with Mushroom Sauce sebagai hidangan pembuka. Bekicot yang di stir fry dengan garlic mampu menghilangkan bau amis. Harmonisasinya dengan siraman saus mushroom memperkaya rasa di dalam indra pengecap.

NOIR Cafe (17)

Setelah puas menyantap makanan. Perbincangan serius bak syair cinta Kahlil Gibran akhirnya dimulai. Dengan berteman segelas punch strawberry dan ice caramel latte, serial ‘katakan cinta’ khas kaum muda akhirnya saya lakukan. Hingga, degub jantung ini, membuat bibir seakan bergetar melantunkan kata, Je t’aime! Lantai berdesain papan catur ala kaum iluminati ini akhirnya menjadi saksi bahwa, kami berhasil dipersatukan di selasar café ‘Little France’ ini.