Kematian pengemudi akibat airbag Takata bertambah lagi. Honda Amerika Serikat melaporkan insiden terakhir yang menyebabkan kematian terjadi di Arizona pada Juni tahun lalu, merupakan korban ke-16 akibat tidak berfungsinya kantung udara pengaman pada Honda Civic lansiran 2002 saat terjadinya kecelakaan.

Berdasarkan informasi terbaru yang dirilis oleh National Highway Traffic Safety Administration, dalam inspeksinya jawatan transportasi dan lalu lintas AS tersebut mencatat korban meninggal dunia akibat kantung udara Takata yang bermasalah itu berjumlah 16 orang, dimana 14 orang bersumber dari pengendara Honda dan dua dari pengendara Ford. Dalam investigasinya, Honda menemukan adanya potensi kerusakan pada bagian inflator yang berpotensi meledak seketika dan mampu melontarkan serpihan metal ke kabin mobil.

Tujuh kematian lainnya karena airbag Takata sudah dikonfirmasi terjadi di Malaysia. Saat ini kematian pada kecelakaan mobil Honda di Australia sedang dalam investigasi. Menurut laporan Reuters, lebih dari 290 kasus cedera di seluruh dunia berkaitan dengan airbag Takata. Sebanyak 19 produsen telah melakukan recall yang diperkirakan melibatkan 100 juta unit.

Hingga saat ini sebanyak 56 juta inflator pada 41,6 juta unit mobil di AS telah diperbaiki. Takata yang sudah mengaku bersalah sudah dinyatakan bangkrut pada Juni 2017.