Nah untuk menyambung cerita sebelumnya soal Goodyear TripleMax, TheGaspol.com langsung merasakan ketangguhan ban yang diproduksi langsung oleh PT. Goodyear Indonesia Tbk di pabrik mereka di Bogor.

Dalam pengujian kali ini, rekan – rekan media termasuk kami, diberikan tantangan mengemudi dalam rentang kecepatan 60-80 km/ jam dan langsung melakukan hard braking pada batas yang telah ditentukan. Hal ini berguna untuk menguji kemampuan sesungguhnya Assurance TripleMax yang diyakini mampu berhenti 2 meter lebih pendek dibandingkan kompetitor.

Saat pengujian, TheGaspol kebagian mengemudikan Ford EcoSport yang telah menggunakan satu set ban Assurance TripleMax berukuran 205/60 R16. Pedal gas langsung ditekan guna memacu akselerasi hingga menyentuh angka 80 km/jam mengingat trek uji tidak memiliki jarak ideal mencapai kecepatan yang diminta.

Setelah sampai pada garis pengereman, sesuai instruksi kami langsung melakukan hard braking guna menghentikan laju mobil. Ccccttttt, decitan mulai terdengar di jalan yang telah tergenang air. Meski begitu, nyatanya mobil langsung berhenti tepat pada garis batas pengereman disaat bersamaan. Wah, daya cengkramnya terasa maksimal, ini dapat bermanfaat saat kita sedang membelah jalan tergenang air dan ingin mengantisipasi insiden di depan mobil kita.

TheGaspol pun sedikit menaruh curiga, apa yang membuat ban tersebut seakan mampu mengigit ban di aspal yang bahkan tergenang oleh air. Rasa penasaran pun langsung Saya tanyakan pada pihak Goodyear di tempat pengetesan, ternyata TheGaspol mendapatkan bocoran tentang teknologi yang diaplikasikan pada ban yang sangat menjunjung tinggi keselamatan dalam berkendara ini.

Untuk dapat mencengkram aspal dengan baik, nyatanya Goodyear Assurance TripleMax mengadopsi teknologi Hydrogrip, namun apa yang membuat teknologi itu secara kasat mata dapat dilihat. Ini penjelasan yang telah kami dapatkan dan langsung kami olah untuk para pembaca setia.

Ban ini mengapilkasikan Maximum Wet Grip dimana komponen telapak dari bahan polymer inovatif dengan ikatan molekul yang lebih baik sehingga membuat daya cengkram lebih erat dibanding ban lainnya. Kemudian memiliki Maximum Control yang membuat permukaan area kontak ban dengan kontur jalan lebih lebar dengan distribusi tekanan yang optimal, model tersebut dapat meningkatkan kontak telapak ban dengan jalan dan pengendalian saat pengereman yang baik. Selain itu ada Maximum Braking Ability, biting edges ban dibuat lebih besar sehingga mampu memperlebar area kontak untuk meningkatkan keamanan saat mengerem.