image

Ribuan tipe dan jenis mobil mungkin sudah dilahirkan di bumi ini lewat beberapa perancang. Namun untuk menghasilkan sebuah mahakarya besar yang abadi tentu saja mebutuhkan seorang empu yang ahli dalam mencipta.

Lahir 12 Januari 1914 di sebuah kota kecil bernama Brunkensen, Lower Saxony, Jerman.  Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Rudolf Goertz dan Else Meyer ini mengawali karir bukan di bidang otomotif. Ya, dialah Albrecht Goertz yang mengawali pekerjaan di bidang perbankan sebagai karyawan Deutsche Bank di kota Hamburg dan berlanjut ke sebuah bank di Londonyang bernama Helbert Wagg & Co,.

Albrecht-Graf-von-Goertz-in-his-studio-lgBekerja di Bank dianggapnya tak memiliki prospek bagus, itu yang membuatnya di tahun 1936 berani mengadu nasib ke Amerika Serikat. Los Angeles adalah kota tujuannya, walau akhirya ia hanya bekerja pada sebua bengkel cuci mobil dan pabrik pembuat mesin pesawat terbang.

Namun di tahun1938 mulai kelihatan bakat asli Albert, ya ia mulai menyewa sebuah garasi sekaligus showroom dan memodifikasi Ford Model A dan B dengan menggunakan casis Mercury. Dengan modal bahan itu Goertz membuat sedan kupe yang dinamakan Paragon. Mobil inilah yang kemudian dipajang pada World Exhibition di New York tahun 1939.

4358245-1200-885

Perjalanan hidupnya memang sangat berliku, di tahun 1940 Goertz bergabung dengan Angkatan Darat AS dan menjalaninya selama lima tahun. Saat paling bersejarah adalah ketika ia lepas dari Angkatan Darat dan ia mengemudikan Paragon ke New York. Kala itu juga ia tak sengaja bertemu Raymond Loewy, desainer mobil ternama di AS. Loewy mengundang Goertz ke kantornya, ketertarikan Loewy terhadap Goertz ini  bukan main besarnya, malah ia mengirim Goertz ke perguruan tinggi untuk belajar tentang desain dan kemudian memberinya pekerjaan di studio Studebaker di Indiana.

Sebuah loncatan besar terjadi tahun 1953 dimana Goertz mendirikan bisnis rumah desain otomotif. Saat itu pula Max Hoffman mengetahui adanya bisnis Goertz ini. Ya, Hoffman adalah boss dari importir utama BMW di Amerika. Hoffman tahu rencana BMW untuk membangun mobil sport dan menyarankan bahwa Goetz harus menghubungi BMW di Munich. Dan pada akhirnya di tahun 1955 Goertz merancang BMW 503 dan BMW 507 dengan indahnya.

3

Goertz memang sempat bekerja di Porsche, walau desaiinya untuk tipe 901 sempat ditolak. Namun selama ia bekerja di Porsche itu, ia juga bekerja sebagai konsultan untuk Nissan. Beberapa kali ia juga mengunjungi pabrik Nissan di Jepang,  terutama untuk mengajar pembuatan desain mobil dengan tanah liat. Ia juga bertindak sebagai konsultan pada dua proyek mobil sport Nissan. Prototipe itu adalah Datsun Coupe 1500 (kemudian resmi debut sebagai Nissan Silvia CSP311). Goertz juga mengerjakan prototipe lain, Nissan 2000GT, bekerja sama dengan Yamaha. Ketika Nissan meninggalkan proyek, Yamaha mendekati Toyota – menggunakan Nissan 2000GT prototipe sebagai contoh Kara mereka. Toyota kemudian bekerja dengan Yamaha pada apa yang menjadi Toyota 2000GT (perhatikan desain Toyota 2000GT berbeda dari versi Nissan dan itu dibuat oleh desainer Toyota Satoru Nozaki). Desain terakhir adalah sebuah grand piano Steinway & Sons untuk merayakan ulang tahun ke 125 pabrik Hamburg mereka.