Ford Ranger Double Cabin 4x4
Beberapa hari yang lalu, saya sempat usil memposting sebuah foto pickup karya Ford ke Path. Dengan sikap jumawa, sayapun menulis statement : ” Saatnya bermain tanah!”. Hasilnya? Ahay… tak sampai semenit, komen mulai ramai. Meski pertanyaan “kapan menikah?” itu masih menjadi yang terbanyak, namun tidka sedikit yang ingin tahu dimanakah saya bekerja dan apa profesi saya saat ini. 

Satu kawan lama saya bertanya, “Lho, kamu kerja dimana sekarang? Di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan’kah?.” Sedangkan kerabat lain mengira profesi saya sekarang adalah pekerja tambang di luar jawa. Mereka terkecoh. Tampaknya, double-cabin berkelir putih itu berhasil menyamarkan pekerjaan saya yang sebenarnya. Memang sih, mobil tersebut kerap dibesut oleh para karyawan tambang dan perkebunan kelapa sawit, bukan dipakai oleh pekerja kantoran seperti saya. Tahu alasannya? Ya, sejak lahir model ini kerap menyiratkan embrio petualangan, bukan kenyamanan sekelas sedan mewah, ataupun mengumbar tenaga. Jangan salah, dia masih mentereng kok kalau dipakai komuter di perkotaan.

Ford Ranger Double Cabin 4x4 c

Multitalenta? Tepat. Dengan kata lain, New Ford Ranger Double Cabin XLT yang saya besut ini tak hanya mampu meretas jalan tanah di lebatnya hutan Kalimantan. Mau ke mall? Oke. Mau ke cafe? Bisa. Atau.. Mau buat pelesir bareng teman kencan? Boleh juga. 

Ford Ranger Double Cabin 4x4 d

Seperti yang saya lakukan beberapa waktu lalu. Lepas meeting di kawasan Sudirman, saya langsung membesut New Ford Ranger Double Cabin XLT ke proyek yang sedang beberapa rekan garap di bilangan Tangerang. Mesin Diesel Duratorq TDCI Hi Power 3,2 liter bertenaga 200 HP yang diusungnya mampu mengantarkan saya dengan cepat melintasi beberapa truk yang melaju pelan di jalan bebas hambatan. Mengingat medannya yang cukup ekstrim, sesampainya di sana, sistem penggerak langsung saya pindahkan ke 4×4 agar torsi sebesar 375 Nmnya semakin terasa. Cara memindahkannya sangat mudah. Tinggal putar panel mode penggerak 4×2 ke arah 4×4. Selesai. Mau menaklukkan tanjakan ekstrem dengan sudut kemiringan mencapai 50 derajat? Bukan masalah. Cukup pindahkan ke 4×4 Low dan gas. 

Ford Ranger Double Cabin 4x4 a

Lepas menanjak, saya sudah disambut oleh kubangan air yang cukup dalam sisa galian proyek yang terisi sisa hujan. Awalnya saya sempat khawatir. Namun berkat fitur water wading yang diaplikasikan ke Ford Ranger membuat saya bisa dengan mudah melintasinya. Soal kabin? Patut dipuji. Pasalnya kekedapan kabin, posisi duduk dan empuknya jok sanggup membawa benak bergelayut merasakan sensasi ala sedan premium. Apalagi ada fitur berteknologi terkini seperti Bluetooth dengan voice command, tambah ciamik. Mempermudah tek-tokan membahas proyek dengan para kolega lewat telpom, tanpa harus ribet memegang gagang HP di tangan. Aman. But hey, fitur canggihnya bukan hanya itu. Masih ada Cruise Control, Remote Flip Key, Auto Headlamps hingga Rain Sensing Wiper.

Ford Ranger Double Cabin 4x4 b

Beberapa saat kemudian, masih ditempat proyek. Tanah coklat kemerahan, dan sedikit berdebu itu membuat sentilan untuk sedikit bermain dan merasakan sensasi bantingan steer-nya. Meski ada doktrin bahwa kendaraan ber-ground clearance itu limbung, namun saya nekad untuk membuatnya ngesot di tanah. Yihaa…. Saya-pun berhasil menari, dan membentuk ilustrasi ‘0’ ke tanah itu. Secara tak langsung, perpaduan tenaga, bantingan steer, rigidnya chassis dan suspensi, meninggalkan bekas keagresifan yang sempurna. Dan jujur saja, saat melakukan aksi tersebut saya tak pernah takut terpelanting, karena fitur keselamatan ABS, Brake Assist, Dual Airbag, Dynamic Stability Control, EBD, Head Airbag, Side Airbag cukup memeluk saya pada kenyamanan maksimal.