Perjalanan kembali dari dinas kali ini terasa sungguh berbeda dari biasanya. Selama diatas pesawat, ingin rasanya cepat-cepat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta karena ada yang menunggu kami dibawah sana.

Bukan orang kesayangan memang, namun sebuah Mazda CX-5 baru sudah menunggu untuk kami uji secara jangka panjang selepas kami berdinas. SUV ini memang salah satu favorit kami dari segelintir mobil produksi massal yang dijual di tanah air.

Kami sudah jatuh cinta dengan mobil ini sejak kemunculannya pertama kali di Indonesia 2014 lalu. Modelnya yang kekinian dengan fitur-fitur pintar racikan insinyur Mazda di Jepang, membuat kami mudah rindu mengendarai mobil ini.

Dibawah PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) Mazda melansir varian terbaru dari CX-5 dengan ubahan minor tengah 2017 ini yang meliputi bagian depan, belakang dan lingkar roda. Sumber pencahayaan lampu depan, fog lamp dan lampu belakang kini telah mengunakan LED di setiap variannya disertai pelek multi palang berwarna gelap. Bagian depan juga terlihat ubahan yang kontras berkat model grill dengan bingkai krom dan bentuk yang lebih besar.

Ada dua varian pada model facelift Mazda CX-5 untuk pasar Indonesia. Varian GT dan yang tertinggi adalah varian Elite. Varian GT dijual seharga Rp 526,8 juta dan Elite di banderol Rp 548 juta. Khusus konsumen yang menginginkan warna Soul Red Crystal dan Machine Grey akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 4 juta.

Selepas menikmati keindahan eksterior dari varian GT yang menjumpai di parkiran Bandara, kami langsung bergegas masuk kedalam kabinnya. Oh iya, di Mazda CX-5 varian GT ini kini telah mengadopsi pintu belakang model elektrik untuk memudahkan akses barang ke bagasi. Soal kapasitas muatan, Mazda CX-5 menawarkan kelapangan kabin yang cukup lapang untuk mengangkut koper dan barang-barang berdimensi besar.

Di bagian kabin, ubahan juga meliputi sekujur dasbor yang kini hadir dengan desain makin modern dan mewah. Headunit layar sentuh 7 inci yang menjadi satu dengan layar navigasi dan pengontrolan sistem pada MZD Connect kini berada dibagian atas dasbor. Sementara lubang kisi-kisi AC tampak lebih pipih namun lebih lebar dari versi pendahulunya.

Di bagian tengah tempat mengatur suhu kabin, kini dilengkapi kenop dengan dimensi yang sedikit lebih kecil namun memiliki tampilan layar yang lebih mudah dipandang. Tak ada yang berbeda pada bagian konsol tengah tempat bercokolnya tuas transmisi dan kenop kendali MZD Connect.

Mazda menghadirkan penampilan yang lebih mewah pada kabin CX-5 akibat penggunaan warna hitam di bagian kulit pelapis jok dan pelapis dasbornya. Warna ini menggantikan kelir putih yang digunakan pada edisi sebelumnya.

Puas mengeksplorasi bagian luar dan dalamnya, kami lantas penasaran dengan rasa berkendaranya. Namun  Mazda masih mempertahankan sumber pacu Skyactiv 2.5 liter bertenaga 190 dk dan torsi 251 Nm yang masih mumpuni memenuhi aspek mengemudi di Indonesia.

Sangat menyenangkan berada dibalik kemudi Mazda CX-5 yang baru ini. Dengan bangku berstruktur semi-bucket, punggung terasa nyaman karena mampu ditopang penuh oleh sandaran jok. Apalagi bahan kulit pelapis jok yang lembut membuat betah duduk berlama-lama didalam kabin Mazda CX-5.

Jok elektrik dengan multi mode penyetelan membuat pencarian posisi duduk lebih mudah. Sayangnya fitur penggerak elektrik hanya terdapat di bangku pengemudi saja, tidak di kedua bangku depan pada tipe GT. Kami suka posisi duduk yang agak tenggelam dengan kaki yang hampir lurus di Mazda CX-5, dengan begini mengemudikan SUV jadi terasa seperti sedan.

Berada di kecepatan konstan 100 km/jam, cruising bersama Mazda CX-5 terasa menyenangkan. Tingkat kebisingan di kabin, baik yang berasal dari roda dan kolong tidak begitu terdengar di kabin, kekedapan ini juga bisa dimanfaatkan dengan menikmati lantunan nada yang bersumber dari pengeras suara Bose yang menjadi standar equipment di seluruh tipe GT dan Elite.

Dengan selisih yang hampir mencapai Rp 22 juta, sayangnya banyak fitur pintar yang absen di tipe GT. Seperti Adaptive LED Headlights, Blind Spot Monitoring, Rear Cross Traffic Alert, Lane Departure Warning System, Lane Keep Assist, Driver Attention Alert dan Smart City Braking System. Seluruh sistem tersebut hanya terdapat di tipe tertinggi, Elite.

Fitur-fitur tersebut sejatinya sangat berfungsi di kondisi lalu lintas yang padat, apalagi bagi pengemudi yang masih minim pengalaman berjibaku ditengah kemacetan Jakarta. Bagi yang sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu, rasanya memang fitur tersebut sudah tidak diperlukan.

Berada di kemacetan dengan sebuah Mazda CX-5, Anda tidak perlu pusing dengan banyaknya bahan bakar yang dikonsumsi oleh mobil ini. Adanya fitur Start/Stop Engine membuat konsumsi bahan bakar saat idle di kemacetan jadi lebih terjangkau. Mazda menyarankan untuk mengisi tanki bahan bakar SUV ini dengan oktan minimal 92.

Mobil ini semakin menyenangkan meski harganya mencapai setengah milyar lebih, namun masih setimpal dengan apa yang didapatkan oleh konsumen. Mengemudikan sendiri atau disopiri, rasanya tak berbeda jauh dan tetap menyenangkan. Duduk di baris kedua pun juga masih menawarkan kelapangan ruang yang cukup bagi rata-rata postur orang Indonesia.

Menurut kami saat paling tepat menikmati mobil ini adalah di akhir pekan saat sore mulai datang dan menghirup udara segar dari sunroof yang terbuka sambil menikmati alunan lagu dari speaker berkualitasnya. Dengan begitu, standar penilaian Anda terhadap sebuah kendaraan akan semakin meningkat soal value for money dari sebuah mobil.