Pada era 40 sampai 70-an kota Detroit dikenal sebagai penghasil mobil-mobil dengan desain yang artistik. Disanalah The Big Three bercokol; General Motors, Ford, dan Chrysler. Keelokan produk-produk mereka lahir dari kejeniusan desainer yang berusaha mewujudkan mimpi perusahaan untuk menguasai jalan raya Amerika bahkan dunia.

Sebelum jadi wujud aslinya, desain sebuah mobil mengalami banyak revisi. Peraturannya semua desain itu adalah properti perusahaan. Mereka membayar desainer dan berhak melakukan apa saja. Lalu, apa yang terjadi pada desain yang mengalami penolakan?

Well, sebagian besar masuk ke mesin penghancur kertas setelah desain final ditentukan. Sisanya berhasil diselundupkan sang penggambar sebagai rekam jejak karirnya di industri yang memadukan teknologi dan seni ini. Mereka secara diam-diam membawa desain itu keluar dari studio perusahaan.

Kiranya cerita tersebut yang akan disuguhkan film dokumenter American Dreaming. Memberi tempat bagi para desainer untuk menceritakan bagaimana situasi yang benar-benar terjadi pada industri roda empat seusai Perang Dunia ke-2.

Jangan bayangkan gambar-gambar mobil digital hasil render tiga dimensi. Dalam teasernya, semua desain itu digambar di atas kertas mengunakan pensil warna. Membuat kita seperti menikmati gambar dalam komik.

Sayang, belum ada tanggal resmi peluncuran American Dreaming. Kabar terakhir dari situs resminya AmericanDreamingFilm.com, mereka akan merekam diskusi panel tentang disain mobil pada pertengahan abad ke-20 sampai dasarawarsa ke-8 yang disponsori oleh College of Architecture and Design, Lawrence Technological University, Michigan pada, Sabtu (2/5/2015).

Nantinya, film ini akan menyuguhkan wawancara dengan desainer-desainer yang pernah menggambar untuk General Motors, Ford, Packard, Chrysler, Studebaker, Nash, dan Hudson. Yang lewat karyanya berusaha menunjukkan optimisme Amerika pada dunia.