Melanjutkan artikel sebelumnya, dibawah ini adalah beberapa panduan ringan tentang beberapa istilah atau label yang sering digunakan oleh masyarakat awam untuk modifikasi motor. Beberapa “nama” beserta penjelasannya yang dicantumkan dibawah ini, disadur dari tulisan editorial majalah Greasy Kulture Issue # 8 yang ditulis oleh Irish Rich*. Beberapa nama lain dan penjelasannya merupakan informasi yang gue rangkum dari beberapa sumber, baik lisan maupun tulisan.

custom-bobber

Bobber: Banyak yang sering menyalahartikan Bobber sebagai motor yang dimodifikasi dengan tampilan menjurus gendut, atau motor yang padat dengan velg ukuran 16” atau 15”. Padahal nama atau istilah ini disadur dari gaya rambut perempuan era 1920 – 1930an, saat banyak wanita yang memperjuangkan emansipasi dan kesamaan hak. Pernah dengar cewek-cewek di salon minta dipotong rambutnya dengan gaya “nge-bob”? (*sekali-sekali boleh dong main-main ke salon, jangan nongkrong di bengkel melulu) gaya rambut perempuan yang dipangkas ramping mendekati potongan rambut pria inilah yang menjadi acuan gaya modifikasi motor di era 1940an ini. Seperti pemangkasan pada rambut, pemangkasan juga terjadi pada aksesoris motor yang digunakan. Fender (sepakbor) depan dan belakang asli akan dipangkas (di-bob) untuk memperingan bobot atau agar lebih aerodinamis. Ada juga yang menerondoli sebagian parts yang bisa dicopot. Secara garis besar Bobber masih memodifikasi spare-parts atau aksesoris aslinya agar lebih mudah dibawa kencang. Jadi, Bobber itu bukan karena motornya terkesan gendut yaa…

240642

Chopper: Istilah ini yang paling sering digunakan orang saat melihat motor custom di Indonesia. Sesuai dengan namanya, beberapa bagian dari motor di-chop atau dipotong. Pemotongan ini bisa dibilang selangkah hingga tiga langkah lebih banyak dari pemangkasan & penerondolan di Bobber.

Di era 1950-1960an, pemotongan yang dilakukan biasanya berkutat di braket-braket yang tidak dibutuhkan (braket koil, braket klakson, dsb), penggantian fork depan dari springer atau cangkrang menjadi teleskopik, sampai penggantian tangki bensin, fender belakang dengan model yang lebih kecil dan ramping. Praktek pemotongan tangki standar, dimana bagian tengah tangki dihilangkan agar tangki menjadi lebih ramping, juga mulai dapat ditemui di modifikasi chopper era ini.

Selain bracket, pemotongan yang terjadi juga merambah ke area komstir sehingga bisa diatur sudut kemiringannya. Pemotongan di bagian komstir ini juga seringkali diikuti dengan perubahan backbone dan tubing depan sehingga mampu merubah geometri sasis secara radikal, dan pastinya merubah tampilan motor secara keseluruhan. Modifikasi era 1960 – 1970an seperti inilah yang mampu membuat opsi pilihan modifikasi choppers hampir tak berbatas. Beneran bisa jadi apa saja! Tentunya tetap memperhitungkan proporsi dong

arlen-ness-digger1

Digger: Gaya Digger ini muncul di pertengahan-akhir era 1970an. Modifikasi ekstrim dari mulai konfigurasi frame, dapur pacu dengan doping gila-gilaan, dan paintwork psychedelic-goldleaf, menguasai jalanan Amerika yang lurus, panjang, dan kosong pada waktu itu. Selain tampilan yang super sangat keren, motor-motor ini juga mumpuni diajak beradu kecepatan di drag-strip baik yang resmi maupun sirkuit dadakan balap liar.

boardtrack

Board Track: Boardtracker mungkin bisa dibilang sebagai bentuk pertama dari motor. Motor-motor tahun 1910 – 1920an berpacu di lintasan oval mirip Velodrome yang terbuat dari kayu. Bentuk motor balap era tersebut, terbilang unik. Mulai dari bentuk frame dimana posisi jok sejajar dengan komstir karena motor pada era tersebut merupakan penterjemahan dari sepeda yang dijejali mesin motor, sampai dengan posisi setang yang unik agar lebih aerodinamis. Posisi setang tersebut juga memang menyesuaikan dengan adat balapannya yang minim tikungan. Kalo balapannya sarat kelokan, ribet juga dengan setang seperti itu

Bratstyle

Brat Style: Brat Style itu sebenarnya adalah nama sebuah bengkel di Jepang, dan bukan jenis atau gaya modifikasi!! (*gemes deh). Kalo lo buka www.bratstyle.com, akan masuk ke sebuah web dari sebuah bengkel yang memajang motor-motor kreasi mereka.  Kebanyakan hasil-hasil karya mereka menggunakan motor-motor bersuspensi belakang ganda seperti Yamaha XS, Honda CB, Kawasaki W, Harley-Davidson FXR atau Dyna. Hasil karya bengkel ini dengan mudah dapat ditiru oleh motor-motor yang banyak beredar di negara kita. Mulai dari Honda CB125, Binter Merzy, sampai Suzuki Thunder. So, mulai saat ini, ingat, BRAT STYLE itu nama bengkel, bukan gaya modifikasi!!!

Shinya Kimura

Jap(anese) Style: Seperti cerita Brat Style tadi, banyak yang salah mengartikan gaya motor di bawah ini dan menyebutkannya sebagai Jap Style. Motor diatas merupakan buah tangan Shinya Kimura, tokoh utama dari Zero Engineering, yang mempopulerkan karya motor yang berbasis modifikasi frame gooseneck (bisa dilihat dari extension komstir yang lebih maju dan dibentuk seperti leher angsa yang anggun). Gooseneck sendiri sudah lebih banyak terlihat di Amerika dan Eropa sekitar tahun 1970an. Kesamaan yang banyak terlihat di modifikasi-modifikasi dari Negeri Matahari Terbit tersebut adalah mereka berani untuk tabrak gaya, dan tidak tanggung-tanggung (bahasa popular-nya “All Out”) contoh motor dibawah menurut gue sangat cuco’ untuk istilat tabrak gaya tersebut. Frame Harley rigid tahun 1950an, diisi mesin bongsor modern S&S Evolution 113ci, dipadukan dengan fairing ala motor balap Inggris atau Jepang. Berani yah!!

bosozoku-honda-cb400f

Selain itu, orang-orang Jepang berani untuk memaksimalkan mesin-mesin uzur untuk berjibaku dengan mayoritas mesin modern, dan dikombinasikan dengan modifikasi-modifikasi hand-made dengan nilai kerajinan tangan yang tiada duanya. Kalo mau bilang Jap Style, menurut gue, inilah yang paling sesuai… BOSOZOKU..!! Yakin gue kalo ini cuma ada di Jepang…

Swedish Style bike

Swedish Style: Lain padang lain ilalang, lain benua lain belalang (*eh) lain gaya maksudnya.. (*eh lagi) sebenernya nggak lain-lain amat siy. Kalau di Jepang pergeseran gaya motornya lebih condong ke arah craftsmanship atau hasil karya tangan, di Eropa (meskipun namanya Swedish) pendekatannya lebih ke arah minimalis-klimis-teknologis (*halah). Motor-motor yang banyak beredar di Eropa cenderung menggunakan garpu depan yang lebih panjang, kabel-kabel yang disembunyikan, dan material teknologi yang lebih maju seperti billet. Kalaupun ada yang memilih aliran klasik, jadinya pol-polan restorasi. Beberapa produsen barang-barang replika vintage, pusatnya justru di Eropa lho. Psst, dan tidak hanya kaum pria yang doyan modif disana.

*Irish Rich adalah pemilik/modifikator dari Shamrock Fabrication di Bloomfield, Colorado, AS. Rich sudah berkecimpung di industri motor custom dan HotRod selama lebih dari 44 tahun. Kreasinya pernah tampil di majalah-majalah seperti Street Choppers, DicE Magazine, Easyriders, the Horse, dll. Sepak terjang Rich dapat dilihat di blog: irishrichcustomcycles.blogspot.com. selamat membaca.

Rizki Mandra

Rizki adalah salah satu crew Saint & Sinners MotorClothes, kontributor blog Greasers Temple dan Lawless Jakarta serta salah satu pengusung Sekepal Aspal Indonesia – Motoart Exhibition