Mooneyes bukan hanya sebuah merek yang identik dengan produksi komponen peranti hotrod dan kustom untuk roda dua dan empat, melainkan juga telah menjadi penyedia apparel yang hype bagi para pelaku dan penggemar di industri tersebut.

Nama besar Dean Moon sang founder father di masa kejayaannya, turut menyeret Mooneyes menjadi bagian dari sejarah kultur kustom di dunia. Oleh karenanya, sepeninggalan mendiang Dean Moon pada 1987 silam, maka Shige Suganuma bertekad besar untuk meneruskan kejayaan Mooneyes hingga saat ini selama 70 tahun lamanya.

Di Indonesia, Mooneyes punya penggemar yang luar biasa besar. baik dari para pelaku modifikasi beraliran kustom untuk motor, mobil hingga sekedar penyuka brand apparel Mooneyes. Pasar yang besar dimanfaatkan oleh Gearhead Monkey Garage untuk menjadi dealer resmi Mooneyes di Indonesia dengan mendirikan Mooneyes Jakarta guna memasarkan produk-produk asli label Amerika Serikat yang kini berkantor pusat di Jepang.

Tentunya sebagai sebuah dealer resmi, Mooneyes Jakarta perlu kendaraan penyokong untuk menjalankan bisnisnya. Mengingat Mooneyes Jakarta yang berlokasi di Gedung Tambang, Jl. Kapten Tendean No. 15 Jakarta Selatan ini kerap mengikuti ajang-ajang kustom atau pameran modifikasi yang digelar di seluruh Indonesia.

Oleh karenanya keputusan memiliki armada yang menyuport setiap kegiatan menjadi perlu adanya. Semisal untuk membawa peranti-peranti jualan Mooneyes Jakarta untuk di setiap kegiatan luar ataupun menjadi sebuah demo car atau showcase car sebagai media promosi produk-produk Mooneyes yang dijual secara resmi oleh Mooneyes Jakarta.

Satu unit Datsun GO lansiran 2019 dan Toyota HiAce Premio 2020 kemudian menjadi pilihan bagi Mooneyes Jakarta sebagai armada penyokong kegiatan bisnisnya. Keputusan meminang kedua unit kendaraan ini dari baru memiliki alasan masing-masing.

Datsun GO misalnya. Indonesia Modification Expo (IMX) 2019 menjadi debut penampilan city car garapan Mooneyes Jakarta ini di lantai pameran. Desainnya sendiri digarap oleh Hiro “Wildman” Ishii, kreator desain kawakan dari Mooneyes Japan yang telah bergabung selama lebih dari tiga dekade.

Tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi Mooneyes Jakarta memiliki mobil buatan dalam negeri yang sejatinya Datsun tipe ini tidak dijual di Jepang, namun dirancang oleh salah satu kreator kenamaan Mooneyes di Jepang. Bagi kami ini menjadi sebuah nilai spesial yang tidak akan bisa dimiliki oleh pihak manapun selain Mooneyes Jakarta.

Demi meningkatkan penampilan Datsun GO, Mooneyes Jakarta melakukan beberapa sentuhan dengan mengapilikasikan barang-barang lansiran Mooneyes. Alasan lain, Datsun GO ini juga menjadi sebuah media pembuktian, bahwasannya barang-barang modifikasi produksi Mooneyes juga dapat dengan mudah dan sah untuk diaplikasikan di semua mobil yang ada di Indonesia.

Warna asli mobil merah terpaksa dilapis stiker berwarna kuning yang identik dengan warna Mooneyes ciptaan Dean Moon. Meskipun demikian, Mooneyes Jakarta kedepannya berencana akan mengubah kelir asli mobil menjadi kuning dan menyesuaikan dengan legalitas kendaraannya.

Desain grafis garapan “Wildman” Ishii terlihat sangat proporsional dengan dimensi Datsun GO varian tertinggi yang mungil beserta seluruh kelengkapan body kit yang menempel. Lingkar roda 15 inci yang diadopsi dari pelek bawaan dari Honda Mobilio, ditutup oleh produk Moon Disc yang identik dengan mobil-mobil pemecah rekor kecepatan di Salt lake City, Amerika Serikat.

Agar lebih enak dilihat dan dikendarai, komponen suspensi bawaan mobil dilungsurkan dan diganti dengan suspensi coilover custom. Dengan mudah ketinggian mobil dapat diatur sesuai kebutuhan. Untuk berkendara misalnya, ketinggian suspensi dapat dbuat lebih tinggi agar lebih nyaman dan aman untuk bagian body bawah, sebaliknya untuk kebutuhan pameran, ketinggian suspensi dapat dibuat seamblas mungkin untuk meningkatkan ketertarikan.

Toyota HiAce Premio, unit yang ditebus baru oleh Mooneyes Jakarta ini selain bertugas untuk membawa personil Mooneyes Jakarta, juga diberikan mandate untuk membawa barang-barang kebutuhan jualan toko saat ada kegiatan luar ruang atau pameran. Tentunya kondisi MPV berukuran gambot ini tidak dibiarkan standar.

Sekujur body asli berwarna silver ditambah dengan laburan warna kuning dengan desain grafis yang dibuat oleh Shige Suganuma sendiri. Sekali lagi, ini menjadi sebuah kebanggaan bagi Mooneyes Jakarta dimana operational van-nya merupakan garapan yang direkomendasikan oleh pimpinan tertinggi Mooneyes di dunia.

Modifikasi yang dilakukan cukup ringan, mengingat peruntukan HiAce ini sebagai alat mobilisasi barang dan orang untuk jarak jauh, maka prioritas ubahan hanya di sektor tampilan.

Chrome delete menjadi langkah paling awal mengubah tampilan HiAce Premio untuk menghilangkan kesan ‘menor’. Bagian grill dan bumper serta gagang pintu menjadi sasaran penerapan chrome delete ini.

Lingkar roda alloy 16 inci bawaan mobil dilungsurkan dan diganti dengan pelek Baby Moon lansiran Mooneyes berdiameter 16 inci. Untuk menyesuaikan jarak lubang baut roda yang berbeda dan mengejar penampilan kekar, maka sebuah adaptor berbahan alumunium pun disematkan.

Kedua armada ‘kalcer’ ini direncanakan bakal terus eksis di setiap kegiatan bergenre hotrod dan kustom show serta pameran modifikasi ataupun car meet up yang akan hadir di masa mendatang begitu pandemi ini usai. Langkah ini merupakan komitmen Mooneyes Jakarta untuk terus mendukung nama besar Mooneyes di Indonesia dalam membantu pergerakan industri aftermarket di sektor modifikasi dan apparel pendukungnya.