“Saya telah jatuh hati dan tdak menginginkan mobil yang lain. Wangi dari kulitnya dan sensasi ketika menyentuh kemudinya… Benar-benar sebuah seni,” ujar Paul Kitchen, sang pemilik setengah dari Aston Martin V8 Series 3 1977 yang menawan. Setengah? Ya, anda tidak salah baca.

Adalah sebuah kesenangan dan kegembiraan yang nyata bila sebuah keluarga memiliki satu kegemaran yang sama. Jonathan Kitchen mengalami hal tersebut ketika sang anak, Paul ingin membeli sebuah mobil. Niat sang putra untuk membeli sebuah Chevrolet Chevelle ditolak mentah-mentah. “Ayo cari Aston Martin tua saja,” ajaknya pada sang anak.

Beruntungnya, mobil legendaris Britania tersebut setia menunggu dalam sebuah kandang tua. Ditemukan teronggok tak terawat membuat mereka semua sedih. Terlebih lagi bila melihat sang mobil andalan James Bond dalam setiap filmnya tersebut berada dalam kelir ungu. Sontak saja inisiatif untuk segera mengembalikan kharismanya seperti semula segera diamini oleh mereka berdua.

Berpatungan mereka menebus mobil tersebut dari kandang. Setengah milik Paul, setengah lagi milik Jonathan. Restorasinya? Mereka lakukan bersama-sama.

Paul yang kala itu masih remaja seakan mendapat pelajaran berharga tentang arti kehidupan dan keluarga saat merestorasi sang Aston Martin. Masa pubertas adalah masa dimana seseorang mencari jati dirinya dan cederung vandalis. Beruntungnya hal tersebut diredam oleh sang ayah dengan mengajaknya membangun sang mobil bersama-sama. Pelan-pelan mereka membangun sebuah mobil yang nantinya akan menjadi kendaraan klasik yang paling dibanggakan oleh Paul.

Kisah unik mereka dapat disimak pada video yang dirilis oleh Petrolicious di sini. Tentunya cerita tentang hubungan mereka tidak hanya berhenti cukup di restorasi saja. Masih banyak cerita unik yang ditemui saat Paul membesut mobil buatan nenek moyangnya tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=fAwk9IwMkPk#t=247