Bisa dipastikan Frankfurt Auto Show yang akan berlangsung September 2015 mendatang akan diwarnai banyak inovasi segar. Salah satunya, rancangan tail-light Audi yang menggunakan teknologi Organic Light Emitting Diode (OLED).

Menurut beberapa laporan media asing, teknologi OLED ini akan tersemat pada crossover konsep hasil kolaborasi Audi dengan Tesla.

Apa sih yang jadi pembeda dengan lampu belakang pada mobil-mobil sekarang?

Menurut laporan situs online Leftlane News, Audi bersikukuh menggunakan teknologi OLED karena cahaya dari lampu ini dipancarkan melalui lapisan yang datar, tidak menggunakan kristal. Lampu ini juga punya level homogenitas dan kemampuan dimming yang sangat beragam.

Kedua, lampu OLED juga menggunakan komponen yang lebih sedikit. Seperti dieliminasinya penggunaan reflektor, light guide, bahkan komponen optik.

Kabar lain yang beredar, OLED tidak membutuhkan sistem pendingin ekstra dan sangat fleksibel dalam pemanfaatannya. Dengan begitu, OLED membuka ruang lebih luas bagi desainer mobil berkreasi menciptakan desain tail-light yang makin menarik.

Selain penggunaan teknologi yang tergolong baru ini, dalam beberapa kesempatan Audi juga menyarankan penggunan tail-light sebagai indikator kecepatan mobil. Informasi tersebut ditampilkan lewat beberapa kombinasi pola dan warna tail-light.

Anda setuju dengan saran Audi? Mari share di kolom komentar.