Audi dan Hyundai dikabarkan akan bekerja sama dalam membuat mobil berbahan bakar hydrogen.  Dalam sebuah perjanjian, kedua pabrikan otomotif Jerman dan Korea Selatan itu akan berbagi teknologi komponen dan membuat mobil fuel cell dalam jumlah yang masif.

Tak seperti mobil listrik, mobil hidrogen diuntungkan dengan waktu pengisian yang singkat dan daya jelajah yang lebih jauh. Audi sendiri sudah mengembangkan mobil hidrogen selama 20 tahun terakhir.

Jarak tempuh panjang dan waktu pengisian bahan bakar yang singkat menjadikan hidrogen sebagai sumber energi masa depan yang menarik untuk mobilitas yang efisien. Tentunya dengan syarat pabrikan bisa membuat mobil yang menarik untuk pasar dan infrastruktur yang memadai.

“Sel bahan bakar merupakan bentuk paling sistematik dari mobilitas elektrik dan merupakan aset potensial dalam portofolio energi kami menuju mobilitas yang bebas emisi di masa depan,” ujar anggota dewan Audi bidang teknik Peter Mertens. Lebih lanjut Peter menyebutkan, pada roadmap FCEV kami, kami bergabung dengan mitra yang kuat seperti Hyundai untuk teknologi berkelanjutan ini.

Sementara Hyundai mengatakan kemitraan ini akan menjadi sangat strategis. “Kami yakin bahwa kemitraan kami dengan Audi akan berhasil menunjukkan visi dan manfaat FCEV kepada masyarakat global. Kesepakatan ini adalah contoh lain dari komitmen kuat Hyundai untuk menciptakan masa depan, menuju dunia nol emisi sejati,” kata Euisun Chung, vice chairman Hyundai.