Bagi Audi kompetisi kini tidak hanya di bumi melainkan juga telah sampai di luar angkasa. Dalam sebuah kompetisi jelajah angkasa yang dihelat oleh Google, dikabarkan bila pabrikan Jerman tersebut berpartisipasi dengan sekumpulan insinyur bernama Part-Time Scientists membuat sebuah kendaraan nirawak yang sanggup beroperasi di bulan.
Dalam kompetisi bernama Lunar XPRIZE tersebut, Google menantang para insinyur untuk membuat sebuah metode eksplorasi luar angkasa yang irit biaya. Mereka yang sukses memenuhi target dalam sebuah jarak penjelajahan yang ditentukan akan berhak mendapatkan hadiah uang. Maka tidak heran bila ada lebih dari 25 team ikut serta untuk memperebutkan hadiah senilai Rp400 milyar.
Sejatinya, tantangan ini bukanlah sepenuhnya ditujukan untuk pabrikan otomotif sekelas Audi sebab mereka tidak sepenuhnya berkonsentrasi dalam hal tersebut. Akan tetapi dengan melibatkan Part-Time Scientists, Audi pun bisa berbagi tugas. Part-Time Scientists sendiri sudah menggeluti program ini sejak tahun 2009, dengan tenaga 10 hingga 35 orang insinyur yang paham betul tentang teknik di luar angkasa. Anggota dewan Audi Luca de Meo mewakilkan perusahaan dan mengatakan bila Audi sangat senang bisa mendukung proyek yang sudah lama diimpi-impikan oleh para insyinyur tersebut.
Dengan pemberian akses terhadap studio desain Audi, Part-Time Scientists memiliki akses lebih dalam teknis penggerak dan rancang bangun kendaraan yang kokoh. Akan tetapi Desainer Audi Jorge Diez memaparkan bila tidak semudah yang dibayangkan dalam merancang kendaraan penjelajah luar angkasa.
“Kami harus memikirkan secara cermat setiap detil sampai ke komponen paling kecil. Bukan hanya sekedar bentuknya yang apik namun juga harus efektis. Sebuah desain yang sanggup memenuhi prasyarat menjejah bulan namun juga sesuai dengan bahasa desain khas Audi,” jelas Diez.
Maka pada Cannes Innovation Days 2015 Audi mengenalkan apa yang disebut mereka dengan Audi Lunar Quattro. Mesin jelajah bulan yang berbentuk seperti robot dengan empat roda ini mengusung teknologi all-wheel-drive Quattro khas Audi. Malahan demi memaksimalkan laju jalannya di bulan Audi sampai merancang sistem kendali motorik di masing-masing roda dengan sistem yang dinamakan e-quattro.
Berbekal panel solar sebagai sarana penggerak baterainya, Audi bertujuan untuk mengirim Lunar Quattro ke bulan via roket pada 2017. Nantinya kendaraan tersebut akan mendarat di lokasi historikal persis sama saat Apollo 17 mendarat di sana 45 tahun yang lalu. Audi Lunar Quattro akan menjelajah selama lima hari di sana untuk mengamati kondisi geografis di satelit Bumi tersebut dan mengirimkan gambar berkualitas tinggi melalui kameranya.
Dengan estimasi jarak tempuh 380 ribu kilometer dan kecepatan tempuh 3.6 km/jam, tantangan Google Lunar XPRIZE akan sanggup dilunasi dengan waktu satu setengah jam saja.