Piaggio Zip bukanlah jenis skuter yang sehari-hari sering dilihat di jalan raya. Sempat populer dengan mesin 100cc-nya, beberapa orang masih setia menggunakana Piaggio Zip sebagai penunjang mobilitas atau koleksi.

Mereka adalah para member komunitas Babizip yang merupakan singkatan dari Baret Biru Zip Scooterhood (Babizip). Mengambil nama dari tempat kumpulnya, Babizip biasa terlihat kumpul bareng di sekitar Jl. Baret Biru 3, Cijantung, Jakarta Timur.

Babizip ingin membentuk wadah untuk saling bertukar informasi, saling mengedukasi, dan membantu para pemilik Piaggio Zip yang ada di Indonesia pada umumnya. “Sehingga anggapan bahwa Zip adalah kendaraan yang rewel bisa sedikit demi sedikit berubah paradigmanya. Minimal bagi para pemilik Piaggio Zip,” ujar Ega, perwakilan Babizip.

Untuk anggotanya sendiri, Babizip tidak pernah memedulikan seberapa banyak anggota mereka. Beberapa kali kopdar pernah berkumpul sampai sekitar 20 motor lebih. Tapi intinya bukan itu golnya, melainkan lebih kepada seberapa efektif visi dan misi berhasil diserap teman-teman pemilik Piaggio Zip.

“kami sangat fleksibel memaknai istilah kopdar, dan kami juga bisa bersama-sama komunitas lain melakukan kopdar gabungan. Kami tidak masalah, hanya saja kami memiliki sebuah hari sakral yang biasa kami sebut dengan Jumat Merindu. Bahkan, kami memakai itu sebagai hashtag di akun social media di setiap postingan kami,” jelasnya.

Jumat Merindu seperti namanya, diisi kegiatan kumpul olah para member sejak sore hingga nyaris tengah malam. Dengan mengambil lokasi di Jl. Baret Biru 3 Cijantung.

“Waktunya dari selepas jam kantor atau sore hingga tengah malam biasanya, atau bisa sampai pagi tergantung mood teman-teman saja,” sambung Ega.

Tidak memiliki peraturan yang tertulis atau baku bukan berarti mereka tidak terorganisir. Justru kondisi ini membuat mereka jadi lebih fleksibel.

“Semua agenda kami bersifat sukarela perwakilan. Dengan kata lain, setiap kali ada agenda atau ada undangan dari komunitas lain. Kami selalu membicarakannya secara terbuka untuk kemudian menawarkan kepada teman-teman, apakah ada yang mau ikut atau mau jadi perwakilan akan dipersilakan, dan bagi yang tidak bisa hadir karena berhalangan itu tidak jadi masalah, semuanya fleksibel,” ungkap Ega.