Honda Brio Speed Challenge (HBSC) Minggu (7/4) kemarin jadi ajang pertama Bagoes Riezki Apriaji dalam balap turing. Tak puas hanya berkompetisi di balap One Make Race (OMR) Honda Brio, ia juga ikut mendaftar dalam ajang Indonesia Touring Car Race kelas 1200 cc di kesempatan yang sama pada Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) putaran pertama 2019.

Kendati sudah banyak makan asam garam berlaga dalam adu kebut lurus 201 dan 402 meter, balap turing merupakan sebuah hal yang baru bagi pria asal Semarang, Jawa Tengah ini. Latihan demi latihan ia jalani bersama timnya Supernova – Atoz Racing guna mengakrabkan diri dengan aspal Sirkuit Sentul dan setelan Honda Brio besutannya.

Ketekunan dalam berlatih membuahkan hasil yang gemilang. Bagoes, panggilan akrabnya mendapatkan prestasi perdananya di balap turing sebagai juara 2 Honda Brio Speed Challenge kelas Rookie dan juara 3 Indonesian Touring Car Race kelas 1.200 cc.

Namanya balapan, tentu punya tantangan yang berbeda di masing-masing cabang. Menurut Bagoes, bila di ajang drag race tantangan paling besar adalah saat start, maka di balap turing tantangan terus berjalan mulai saat start hingga garis finish dikibaskan.

“Kalo di drag race itu tantangan paling besar saat start dimana adrenalin meningkat kencang. Sekali kita salah saat start, maka kita harus pasrah kalau hasilnya engak optimal. Nah di balap turing lain lagi, kalau ada kesalahan masih ada kesempatan memperbaiki putaran selanjutnya,” pungkas Bagoes di Sirkuit Sentul, Minggu (7/4).

Pria pemegang Kartu Izin Start (KIS) terbitan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Tengah ini juga menimpali, selepas start kemarin adrenalinnya terpompa saat masuk ke tikungan pertama R1 Sirkuit Sentul. “Pas masuk R1, semua pembalap dulu-duluan masuk dari garis start, disitu langsung deg-degan parah karena semua mobil saling fight buat masuk ke racing line dan cari posisi,” ucap Bagoes seraya tertawa.

Bagoes dan timnya Supernova – Atoz Racing bakal terus konsisten mengikuti kejuaraan Honda Brio Speed Challenge dan Indonesia Touring Car Racing di musim 2019 ini. Pasalnya ia sudah berkomitmen untuk mengikuti seluruh seri dengan membayar semua uang pendaftaran di muka.

Apalagi di Honda Brio Speed Challenge musim 2019 ini, pihak penyelenggara membuat aturan baru yakni ganjaran hadiah yang lebih besar untuk pemegang juara umum. Jumlah hadiah utama ditingkatkan dari sebelumnya sebesar Rp 240 juta tahun lalu, menjadi Rp 320 juta di musim balap tahun ini. Tidak hanya itu, tiga kategori baru juga hadir untuk menggairahkan kelas HBSC, yakni Most Improve Lap Time, Most Improve Position dan Fastest Lap of The Year dengan hadiah masing-masing sebesar Rp 10 juta.

Well Bagoes, good luck untuk seri-seri berikutnya..