Selain kemacetan, microsleep merupakan salah satu tantangan dalam berkendara mudik. Microsleep adalah kondisi tertidur secara tiba-tiba namun dalam waktu yang relatif singkat.

Microsleep tidak seperti tidur biasa, microsleep adalah suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk. Kejadian microsleep pada umumnya hanya berlangsung dalam hitungan detik, namun durasi tersebut dinilai sangat berbahaya bagi seorang pengemudi kendaraan.

Microsleep sering terjadi saat seseorang melakukan pekerjaan yang monoton seperti berkendara jarak jauh atau menatap layar dalam waktu yang lama. Hal ini terjadi akibat kekurangan waktu tidur yang menyebabkan rasa lelah atau mengantuk diluar waktu istirahat.

Saat hal ini terjadi, otak masih merasakan kelelahan namun tetap bertahan agar kita tetap terjaga. Seseorang yang mengalami microsleep tidak menyadari jika dirinya tertidur atau akan memasuki kondisi tidur, kondisi ini juga dapat terjadi dengan mata terbuka dengan pandangan kosong.

Secara sederhana, microsleep terjadi karena otak memasuki kondisi istirahat atau tidur saat tubuh masih beraktivitas dalam kondisi terjaga. Hal ini disebabkan otak tidak dapat bertahan di antara rasa lelah dan kondisi terjaga. Meskipun demikian, tidak semua bagian otak tertidur.

Hal ini tentu saja akan sangat berbahaya saat kita kehilangan kesadaran saat sedang mengendarai kendaraan karena tidak dapat mengontrol arah dan laju kendaraan. Pada kenyataanya, tertidur saat sedang berkendara adalah penyebab umum kecelakaan lalu lintas.

Namun hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi otak saat kekurangan tidur yang menyebabkan seseorang menjadi lebih tidak sabaran, sulit mengambil keputusan dan menurunkan kemampuan dalam beraktivitas.

Istirahat yang cukup dan penuhi waktu tidur adalah satu-satunya solusi yang tepat. Dengan begitu siklus tubuh manusia (pengendara) akan tetap terjaga baik tanpa was-was serangan microsleep melanda.