Demi memproduksi mobil baru, Apple menghalalkan segala cara termasuk membajak karyawan. Setidaknya itulah tuduhan yang dilayangkan kepada raksasa teknologi ini dari A123 System, sebuah perusahaan baterai yang berbasis di Massachussets, Amerika Serikat.

Dalam tuduhan tersebut, Apple dikatakan telah membajak karyawan senior A123, terutama mereka yang terlibat dalam project kunci tentang baterai. Hal tersebut akan menjadi jelas bila dihubungkan dengan proyek terkini Apple, dimana mereka sedang membuat mobil listrik yang tentunya membutuhkan sebuah baterai berteknologi baru. Dijelaskan lebih lanjut lagi bila karyawan yang ikut dengan Apple membajak program A123 dan merekrut lagi karyawan-karyawan kuncinya sekaligus para konstruktor.

Meski demi meluruskan presepsi komentar dari para karyawan dibutuhkan, namun belum ada komentar resmi dari pihak yang terkait, Detil dari penyesaiannya sendiri masih dalam proses yang dimulai sejak Maret 2015 dimana penundaan-penundaan tentang tuntutan kerap terjadi. Beruntungnya kini dikabarkan baik Apple maupun A123 telah mencapai sebuah kesepakatan.

Sayangnya, seperti dilansir BBC, kesepakatan tersebut masih bersifat rahasia dan tidak bisa dibeberkan secara umum. Budaya bajak-membajak karyawan sendiri tergolong biasa di Sillicon Valley dimana beberapa tahun lalu Tesla Motors pernah merekrut lebih dari 150 karyawan Apple dan dibalas dengan penarikan lebih dari 60 karyawan Tesla ke Apple.