Be.e-frameless-biocomposite-electric-scooter-design-by-waarmakers-1-copy

Let’s go green. Teriakan tersebut terus dikumandangkan oleh para produsen kendaraan roda dua yang mengklaim motor buatan mereka adalah produk ramah lingkungan. Tapi kenyataannya? Di atas kertas mereka belum memaksimalkan slogan go green tersebut.

Be e scooter e

Eh… Tunggu dulu, coba Anda tengok scooter Be.e satu ini. Demi kelangsungan hidup warga dunia, pabrikan scooter listrik Van Eko menggunakan teknologi komposit serat alami untuk mengganti plastik dan logam dengan sejenis tanaman dan yang dicampur bio-resin (getah) untuk membuat bodi scooter listrik Be.e.

Be.e-frameless-biocomposite-electric-scooter-design-by-waarmakers-2

Electric scooter berbodi monokok itu menggunakan dua tipe baterai yaitu 2.5 kWh dan 5 kWh yang bisa menjangkau jarak tempuh 55km juga 160km dengan sekali pengisian. Untuk menggerakkan roda belakang, Be.e telah disokong oleh sebuah motor listrik bertenaga 4kW. Dan secara keseluruhan scooter ini punya bobot kotor mencapai 95 kg sehingga jika mengangkut 2 orang, ia masih bisa berlari hingga kecepatan maksimal 58 km/jam.

Be.e-frameless-biocomposite-electric-scooter-design-by-waarmakers-riding

Uniknya, pencipta scooter imut nan ramah lingkungan ini menyasar konsumen berjiwa muda dengan menambahkan lampu LED dan koneksi USB untuk gadget di bagian dashboard. Keren! Sayangnya, scooter ini baru tersedia di pasar Eropa dan hanya bisa disewa dengan biaya per bulan sekitar 250 Euro atau Rp 4 juta. Van.Eko berharap bisa memproduksi massal scooter idaman ini tahun depan..