Makin riuhnya pasar mobil low multi-purpose vehicle (MPV) bukan cuma karena membaiknya daya beli masyarakat. Kecenderungan lain yang turut memengaruhinya ialah kebiasaan masyarakat Indonesia yang selalu mengutamakan kebersamaan dalam bepergian.

“Kalau low MPV dulu dimulai dengan 5-seater ; nggak laku,” tegas Davy J. Tulian, 4w Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dalam acara temu media yang berlangsung Minggu sore (8/11), di Bogor.

Davy berkomentar kalau rumus mobil dengan tiga baris penumpang tidak hanya berlaku untuk low MPV. Formula ini dipercaya akan membuat mobil jenis apapun punya peminat lebih banyak di Indonesia.

“Yang di atas MPV juga kalau ada dua versi (5-seater dan 7-seater) pasti lebih laku yang 7-seater. Sedan pun bisa jadi 7-seater kalau dibuat station wagon tapi pasti terkendala soal pajak yang lebih mahal,” imbuhnya.

Davy menganggap tren ini akan terus bertahan sebelum ada perubahan gaya hidup masyarakat. Tentunya, sebagai produsen low MPV yang cukup populer, Suzuki New Ertiga, pihaknya tak mengharapkan hal itu terjadi. “(Segmen) Low MPV ini kayaknya masih lama. Tapi bukan low MPV-nya melainkan 7-seater-nya,” tambah Davy.

Dalam konfrensi pers yang jadi bagian acara “Pesta Keluarga New Ertiga” itu, pria berkacamata ini juga mengungkap faktor yang turut menyokong pamor jenis mobil seharga Rp170 jutaan sampai Rp220 jutaan ini, yakni signifikansi peran lembaga pembiayaan serta kemampuan penetrasi para wiraniaga atau tenaga pemasar.

Dirinya menyontohkan, seperti adanya program bebas cicilan enam kali dalam acara yang dihadiri hingga 2.600 kendaraan dari seluruh Jabodetabek tersebut.

“Kalau sudah ngomong cicilan itu urusannya pasti dengan lembaga pembiayaan,” jelasnya. “Faktor signifikan dalam persaingan itu juga balik lagi ke ujung tombaknya, yaitu wiraniaga. Makanya kami di Suzuki betul-betul fokus pada wiraniaga,” tambah Davy.

PT SIS sendiri terus berupaya mendekatkan diri dengan konsumen lewat brand activation semacam “Pesta Keluarga Ertiga.”  Acara ini dihelat serentak di 35 kota di seluruh Indonesia. Melibatkan hingga 5.741 mobil dan berhasil memecahkan rekor touring satu jenis kendaraan terbanyak. Hingga Oktober kemarin Ertiga sudah laku 166.000 unit.