Audi Q8 terlahir sebagai sebuah SUV dengan darah coupe yang mengalir deras di coretan desainnya. Meski berdimensi besar sebagai sebuah SUV, namun Audi Q8 punya garis atap yang rendah dengan pintu model tanpa rangka seperti mobil sport coupe pada umumnya.

Aura sport coupe juga terpapar jelas saat Anda membuka kap motornya. Dibaliknya terdapat jantung pacu berkonfigurasi V6 dengan kapasitas 3.0 Liter bertenaga puncak 340 hp dan torsi 500 Nm.

Tapi tunggu dulu, meski bertenaga puncak sebesar itu, namun Audi Q8 diklaim punya angka kehematan bahan bakar yang bisa diandalkan. Teknologi MHEV Mild-Hybrid Electric Vehicle adalah kunci dari kehematan konsumsi bahan bakar Audi Q8 saat dibesut.

Bagaimana cara Audi memberikan sebuah efisiensi konsumsi bahan bakar pada Q8? Berpadu dengan transmisi otomatik 8-percepatan Tiptronic dan penggerak empat roda Quattro, sistem control unit mengatur saat penggunaan motor listrik ataupun motor bakar atau mesin untuk menggerakkan mobil.

Menurut Adi Setiadi, After Sales Manager PT Garuda Mataram Motor di GIIAS 2019, batasan penggunaan motor listrik dan motor bakar pada Audi Q8 ada pada kendali pengemudinya. Perintah penggunaan motor listrik maupun motor bakar di rentang kecepatan 55 km/jam sampai 160 km/jam tergantung input atau masukan dari tingkat injakan pedal gas.

Saat berakselerasi baik ringan maupun keras dari 0 hingga 55 km/jam, motor bakar atau mesin V6 3.0L yang akan mengerahkan segala kemampuannya untuk menggerakkan mobil. Ketika kecepatan berada di rentang 55 km/jam hingga 160 km/jam dengan injakan pedal akselerator teratur, maka fungsi motor bakar seketika digantikan oleh motor listrik.

Berbeda saat berada di rentang 55 km/jam hingga 160 km/jam pengemudi menginjak dalam pedal gas, maka motor bakar bakal aktif kembali menggantikan motor listrik dan membawa Audi Q8 mencapai kecepatan tertingginya hingga 250 km/jam.

Teknologi MHEV ini mengintegrasikan baterai  lithium-ion dan belt alternator starter (BAS) menjadi sistem kelistrikan utama 48-volt. Teknologi ini memungkinkan Q8 untuk menjelajah di antara kecepatan  55 – 160 km/jam dengan kondisi mesin mati, hingga saatnya BAS akan menyalakan kembali mesinnya dengan cepat dan sangat lembut. Saat berdeselerasi  BAS dapat mengumpulkan kembali energi hingga 12kW, hasilnya teknologi ini mampu memangkas konsumsi bahan bakar hingga 0,7 liter setiap 100 km.