Kendaraan berbasis hidrogen, Toyota Mirai, memang mampu menyedot banyak atensi publik, terutama dari spesifikasi kendaraannya yang mengyunakan teknologi jenis baru untuk penggeraknya. Meski begitu tampaknya euphoria tersebut harus dibayar dengan penantian panjang. Pasalnya sang calon pembeli harus  menunggu lama, minimal hinggga 3 tahun, untuk dapat menghadirkan Mirai di rumahnya.

Hal tersebut didapatkan kala kala melihat jumlah pesanan dan membandingkannya dengan volume produksi. Di Jepang sendiri Mirai dipesan sebanyak 1,500 unit. Padahal kapasitas produksi dari pabrik bekas Lexus tersebut hanya 3 unit per tahun.

“Kami meluncurkan produk ini secara teliti utuk memastikan level tertinggi dari kualitas, jadi jelas tentu volume produksinya pun terbatas,” ucap perusahaan dalam sebuah pernyataan. Memang sebelumnya para pembeli sudah diwanti-wanti untuk sabar menunggu. Terlebih lagi bagi mereka yang berada di baris terakhir pemesanan.

Toyota pun berharap keadaan ini akan berubah seiring berjalanannya waktu. Kapasitas produksi yang hanya 700 unit di 2015 akan sanggup meningkat beberapa ratus unit lagi di 2016 dan 2017. Terlebih lagi harganya yang kini dijual dengan 57,500 dolar AS di pasar Amerika, dimana harapannya bila Mirai sanggup setara dengan kendaraan bermesin diesel baik dari segi harga maupun performa.