Cafe Racer mungkin merupakan salah satu aliran modifikasi sepeda motor yang paling berkembang di seluruh dunia. Sama seperti Hot Rod di Amerika Serikat, Cafe Racer saat itu merepresentasikan pergeseran kebudayaan yang dihubungkan oleh semangat kebebasan dari remaja-remaja generasi awal lepas bergejolaknya Perang Dunia II.

Lahir di jalan-jalan di Inggris pada medio 50-an, aliran yang secara perlahan berubah menjadi sebuah subkultur dimaksud dianggap mampu mengakomodir hasrat anak muda akan kecepatan, musik rock n roll serta menumbuhkan rasa cinta mereka pada sepeda motor. Maka tak heran jika belakangan makin berkembang dan di cintai di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Modifikasi-BMW-R-nine-T

Salah satu penggiatnya adalah seorang pemuda bernama Ronny Sinaga, yang mengaku sangat gandrung dengan aliran cafe racer.

“Saya lagi jatuh cinta dengan cafe racer. Tampilannya enak dipandang dan saya menemukan passion saya di cafe racer. Itu sebabnya saya bangun motor ini.” ungkap pria asal Pekanbaru, Riau tersebut.

Modifikasi-BMW-R-nine-T

Ya, Ronny sengaja mengorbankan satu unit BMW R nine T sebagai motor donor. Lantaran motor yang mendebut di 2014 silam tersebut memang digadang oleh BMW Motorrad sebagai ‘blank canvas for customizing” maka tak heran jika banyak builder papan atas menggunakannnya sebagai media kreasi. Termasuk Ronny.

Tidak banyak ubahan yang dilakukan. Tangan handal teknisi Anjany Racing yang bermarkas di bilangan Kebun Jeruk, Jakarta Barat hanya mengganti beberapa komponen yang dianggap kurang sesuai dengan keinginan si pemilik.  Mulai dari mempensiunkan velg bawaan dan menggantinya dengan lingkar besi produksi Kineo yang dibalut ban Metzeler hingga mencangkok laras knalpot kembar bermerk GPR.

Modifikasi-BMW-R-nine-T

Sementara untuk mendongkrak kenyamanan sekaligus pengendalian, diaplikasikan sistem peredam kejut Ohlins BM 440 di buritan serta steering damper Ohlins SD044.

Ronny pun menambahkan jika kecintaannya terhadap gaya cafe racer tidak semata-mata muncul dari sosok motor saja. “Saya suka posisi berkendara motor bergaya cafe racer. Selain itu apparel yang dipakai untuk berkendara juga terkesan simpel. Jadi dari segi motornya dapat dan dari fashionnya juga dapat.

Modifikasi-BMW-R-nine-T

Tidak main-main, koleksi sepeda motornya yang lain juga kebanyakan bergaya cafe racer. Bahkan garasi di rumah pria yang berkerja di bidang perkebunan ini disulap jadi museum, untuk memajang motor-motornya.

“Motor ini juga saya gunakan sehari-hari kok. Lebih sering saya pakai untuk jalan-jalan sore menikmati keindahan kota kecil saya.” tutupnya.