BMW Group Indonesia menawarkan jajaran produk yang diperuntukkan bagi konsumen dari kalangan diplomatik. Diberi nama Security and Authority Vehicles, salah satu keunggulan yang dibawa mobil-mobil tersebut adalah anti peluru.

“BMW Group beraspirasi untuk menawarkan model yang tepat untuk kebutuhan yang sangat spesifik, termasuk untuk komunitas diplomatik dan organisasi internasional di Indonesia,” papar Karen Lim, President Director BMW Group Indonesia, Selasa (10/10) di Jakarta.

Dalam presentasinya, pihak BMW Group Indonesia menjabarkan, untuk saat ini model yang masuk ke dalam kategori Security and Authority Vehicles adalah BMW X5 dan BMW Seri 7. Itupun masih dibagi lagi menjadi varian Security dan Security Plus.

“Ini dibedakan dari tingkat keamanan dan fitur-fitur di dalamnya,” kata Jodie O’Tania, Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia.

Ambil contoh BMW X5 Security. Kemampuan aspek pertahanan SUV ini sudah memenuhi standar VR4 (BRV 2009). Yang artinya mobil ini mampu menahan serangan kriminal jalanan yang menggunakan senjata tumpul bahkan hingga hand gun 44 kaliber Magnum.

Beranjak ke BMW X5 Security Plus. Kapabilitasnya sebagai mobil anti teror sudah memenuhi standar VR6 (BRV 2009). Dengan kata lain, mobil ini bisa menahan serangan dari senjata sekelas AK-47.

“Kalau kita lihat dari tampilan luarnya, itu persis seperti X5 konsumen. Jadi tidak ada yang membedakannya. Tapi bahan yang digunakan untuk melindungi passenger shell itu berbeda. Dan akan menjamin keamanan pengemudi dan penumpangnya,” sambung Jodie.

Lebih lanjut, rekayasa rancangan mobil anti peluru BMW ini juga mencakup komponen tangki bahan bakar dan bannya.

Siapa saja elit diplomatik yang memakai mobil ini di Indonesia? Sayangnya, BMW Group Indonesia tidak bisa mengungkap hal tersebut.