Sempat mati suri selama 54 tahun, automaker Bavaria ini memutuskan untuk kembali berkecimpung dalam bisnis otomotif. Borgward memang hidup lagi membawa model kendaraan yang kian menanjak kepopulernnya, namun lain halnya dengan rencana bisnis perusahaan bentukan Carl Borgwards pada 1980 tersebut.

Kalau kebanyakan produsen kendaraan berkoar-koar ingin memimpin penjualan secara global, Borgward terkesan begitu realistis. Sebagai awalan, Borgward hanya berencana untuk memasarkan SUV BX7 di Negara Tirai Bambu. Media otomotif Inggris mengabarkan, negara-negara Asia lain akan menjadi tujuan selanjutnya.

Jika melihat sosok BX7 yang kini tengah manggung di Frankfurt, SUV sepanjang 4,7 meter ini punya potensi. Menjajaki tampilannya dari depan, terdapat lambang belah ketupat yang siap menandai reinkarnasinya. Bentuk yang sama namun lebih kecil mengisi grille berbalut krom tersebut. Claddingbagian bawah bodinya terlihat kokoh. Sementara itu, waistline pada kedua sisinya mengingatkan akan tampilan Hyundai Santa Fe.

Model yang menjadi delegasi di Frankfurt tersebut dipercaya mengemban jantung mekanis 2.0 liter turbocharged petrol yang dipasangkan dengan transmisi tujuh percepatan ­dual-clutch berpenggerak empat roda. Digosipkan, model hibrida BX7 juga bakal lahir.

Rencana Borgward untuk kembali meramaikan industri otomotif dilontarkan oleh cucu sang pendiri yang kini menjabat sebagai nahkoda perusahaan. Benua Asia, khususnya Cina menjadi fokus utama Borgward karena kehausan konsumen sana akan model SUV dari brand Eropa. Borgward telah menetapkan target 800.000 penjualan hingga 2020.