Sebuah kabar mengejutkan datang dari Jepang. Bos besar Nissan, Carlos Ghosn ditangkap oleh pihak keamanan setempat akibat tuduhan membuat pernyataan palsu atau manipulasi data penghasilan terhadap institusi keuangan di Jepang.

Ghosn dicurigai telah mengecilkan penghasilannya sendiri pada laporan keuangan. Sementara ada juga tuduhan lain dari Nissan yang menyebutkan petingginya ini menggunakan dana perusahaan untuk kebutuhan pribadinya.

Penangkapan Carlos Ghosn Selasa, (20/11) membawa dampak besar pada tiga aliansi pabrikan otomotif yang kini sedang berkembang, Renault – Nissan – Mitsubishi. Pasalnya pria kelahiran Brazil tersebut juga menduduki posisi strategis di aliansi tersebut.

Mitsubishi Motors Corporation (MMC) yang menjadi salah satu aliansi dari Nissan dan Renault juga mengambil tindakan dengan memberhentikan Ghosn yang menjabat sebagai Chairman of the Board and Representative Director MMC. Langkah serupa juga diambil oleh Renault dan Nissan yang memberhentikan pria berusia 64 tahun itu dari jabatan-jabatan strategis didalam perusahaannya.

Dalam pernyataan resminya, MMC juga akan melakukan penyeledikan internal terkait dengan kasus yang dituduhkan terhadap Ghosn. MMC juga meminta maaf atas kekhawatiran yang disebabkan oleh peristiwa ini.