Saat Indonesia masih sibuk-sibuknya membedakan golongan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk sepeda motor berdasarkan kapasitas mesin, negara lain telah melangkah lebih jauh untuk berinovasi mebuat sepeda motor bisa terbang. Ini kenyataan, bukan khayalan belaka.

Sepeda motor terbang garapan Jetpack Aviation, yakni P1 atau sering disebut Speeder, tercatat telah sukses menjalani uji terbang perdananya. Motor terbang ini mampu lepas landas vertikal dan mendarat dalam tes yang dilakukan di California Selatan, Amerika Serikat.

Menariknya, Speeder bukan hanya sebuah purwarupa atau prototype saja. Melainkan sudah bisa dipesan oleh masyarakat umum di situsnya Jetpack Aviation. Namun harga yang harus dibayar untuk menikmati inovasi tersebut terbilang sangat mahal, yakni dibanderol USD 380.000 atau sekitar Rp 5,5 miliar.

Menurut informasi yang dilansir dari Hindustan Times, Rabu (21/7), Speeder yang mampu melaju di udara ini diklaim dapat terbang di ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4.500 meter. Sedangkan kecepatan tertinggi disebutkan mencapai 241 km/jam serta dapat terbang selama 30 menit. Bahkan mampu menerbang pilot dan penumpang dengan berat hingga 105 kg.

Tentunya diperlukan sertifikasi dan peralatan terbang khusus bagi pengendaranya demi keamanan dan keselamatan bersama.

Menurut Jetpack Aviation, Speeder akan memiliki dua varian, yakni untuk tujuan rekreasi dan operasi militer atau penyelamatan. Namun untuk mengendalikan motor terbang ini diperlukan pilot yang sudah mendapatkan pelatihan khusus.

Jetpack Aviation juga mengatakan untuk mengendarai sepeda motor terbang Speeder diperlukan lisensi pilot yang disediakan JPA atau salah satu pusat pelatihan resmi perusahaan.