Foto 04 - tanpa ABS

Menurut laporan WHO (World Health Organization) yang dilansir tahun lalu, kecelakaan sepeda motor di Asia Tenggara, telah merenggut lebih dari 30.000 nyawa pada 2010. Khusus di Indonesia, setiap tahunnya  lebih dari 11.000 pengendara sepeda motor meninggal dunia karena kecelakaan. Angka tersebut sangat tinggi dan merupakan masalah yang harus diselesaikan.

Dari hasil analisa berbagai kecelakaan, Bosch percaya bahwa ABS dapat menurunkan 25% dari seluruh kecelakaan sepeda motor yang serius dan fatal. Sistem keselamatan ini secara aktif mencegah penguncian roda, sehingga menjaga sepeda motor tetap stabil dan mengurangi  jarak pengereman. Sepeda motor akan berhenti dengan cara yang jauh lebih aman bila terjadi pengereman mendadak atau pengereman pada permukaan yang licin.

Melihat hal tersebut, akhirnya Bosch menawarkan sistem kontrol rem yang disesuaikan dengan segala jenis kendaraan bermotor roda dua yang dilengkapi rem hidrolik. Sebagai solusi biaya ringan terutama untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia, ABS 9 light menggerakkan saluran rem hidrolik tunggal untuk mengontrol roda depan. Dengan dua saluran, ABS 9 base menawarkan perlindungan anti-lock untuk kedua roda depan dan belakang.

Dan pada akhir tahun 2013, pihak Bosch kembali memperkenalkan motor stability control (MSC), sebuah inovasi yang mengukur derajat kemiringan tingkat rebah, dan menyesuaikan dukungan ABS dan traction control untuk sudut tersebut. Ini berarti bahwa sistem tersebut sangat berguna ketika pengendara menikung sehingga motor merebah, yang biasa menyebabkan kecelakaan fatal pada kendaraan bermotor roda dua.

“Seperti ESP untuk mobil, MSC saat ini memberikan performa terbaik, saat pengereman atau akselerasi, dan bahkan ketika pengendara berada di sudut jalan yang curam,” kata Fevzi Yildirim, Kepala Pusat Kompetensi Keselamatan Roda Dua di Bosch Jepang.