bruno-sacco-italian-passion-meets-german-precision-2657_1

Dia adalah orang yang bertanggung jawab atas desain-desain Mercedes-Benz si babak terakhir abad ke dua puluh ini. Pria berdarah Italia yang teramat sangat teliti dan detail terhadap semua yang dikerjakannya. Inilah yang membuat pabrikan berlambang Thre-Pointed Stars ini terus mempekerjakannya kendati usianya mulai menua. Ya, Bruno Sacco yang lahir di porvinsi Unide, Italia ini memiliki ketertarikan terhadap dunia otomotif sejak kecil setelah dia melihat sebuah Studebaker Commander Regal. Menurutnya, Studebaker rancangan Raymond Loewy tersebut berhasil membujuknya untuk berkarir di dunia desain mobil.

Mercedes-Benz, Mercedes-Benz W124

Bruno Sacco Mercedes-Benz

Saat belajar di Technical University of Turin, Sacco mulai merancang body untuk rumah desain Ghia dan kemudian bekerja di Ghia sekaligus Pininfarina lepas lulus kuliah. Setelah puas bekerja di kedua rumah desain papan atas, pria kelahiran 12 November 77 tahun silam ini pindah ke Jerman dan mulai bekerja sebagai Stylist dan Engineer di Daimler-Benz tepat di usianya yang ke 24 di tahun 1958.

Mercedes Benz, Mercedes-Benz W124, Mercedes-Benz W140, Desainer Mercedes-Benz, Bruno Sacco

Bruno Sacco dan Mercedes-Benz W124

Mengikuti jejak Friedrich Geiger yang baru saja dipromosikan sebagai Chief Designer di Mercedes-Benz setelah 25 tahun bergabung dengan perusahaan ini, Bruno Sacco memutuskan untuk terus berinovasi melahirkan gaya desain sendiri. Alih-alih ditentang oleh petinggi Mercedes-Benz, idealism Sacco justru disenangi. Tak heran jika dia menjadi Chief of Body & Dimensional Design Department di 1970. Lima tahun kemudian suami dari Annemarie Ibe ini menggantikan Friedrich Geiger selaku Chief of Styling Department untuk seluruh kendaraan produksi Daimler-Benz, sebuah posisi yang diembannya hingga 1999.