1964 Buick Riviera Ridler Award

Kalau mau modif jangan nanggung-nanggung. Curahkan segenap upaya, ide, inovasi dan kreativitas ke mobil idaman guna mewujudkan impian. Tapi yang paling penting walaupun sudah dimodifikasi total, tetap tidak menghilangkan nilai estetika dan fungsinya. Jangan ditiru tuh modifikator lokal yang (atas permintaan pelanggan berkocek tebal) dengan gampangnya menorehkan pisau potong ke body mobil hanya demi satu kata, ekstrim. Tujuannya juga hanya satu, meraih predikat “The King” di kontes modifikasi. Padahal bisa dipakai juga tidak mobilnya, cuma jadi pajangan. Hey.. Burn your rubber out, don’t be a trailer queen!!

Buick Riviera Ridler Award h

Coba contoh apa J.F. Launiers pada Buick Riviera 1964 miliknya. Di kepalanya, pemilik gerai JF Kustoms yang bermarkas di British Columbia, Kanada ini membayangkan sebuah mobil dengan gaya street rod kental yang terinspirasi dari mobil balap jalan raya. Kenapa modifikasi ini menjadi unik? Pasalnya Buick Riviera bukanlah opsi utama para builder saat ingin membangun mobil dengan konsep street rod. Biasanya mereka lebih memilih model-model seperti Model T milik Ford di era 30-an, Chevy Bel Air yang 50-an, Pontiac GTO hingga Chevy Camaro yang lahir di era 60-an.

Buick Riviera Ridler Award a

“Saya mau sesuatu yang berbeda selain Camaro 1969,” jelasnya singkat. Tak heran jika J.F Launier memilih mobil berkode XP-715 ini dibanding model-model yang tadi disebutkan seraya mematahkan pandangan orang terhadap modifikasi bergaya street rod.

Buick Riviera Ridler Award b

Enggan mengcangkokkan komponen milik pabrikan lain, Launier mencoba untuk memasang atap bawaan Chevrolet Chevelle yang dinilai lebih berkarakter. Namun niat tersebut terpaksa diurungkan lantaran dirasa akan membuat tampilan keseluruhan menjadi “biasa” saja. Agar tampak lebih unik, akhirnya bapak dua anak ini memutuskan untuk mencangkok boattail milik Buick Riviera 1971. Kendati mengadopsi peranti milik model yang sama, namun proses pemasangannya tidak semudah yang dikira. Launier harus merubah struktur atap, jendela hingga bagian atas bagasi agar sesuai dengan dimensi body Riviera 1964. Selesai? Tidak juga.. Sentuhan retro General Motors juga bisa disimak lewat pengimplementasian tail panel milik Chevrolet Impala 1962.

Buick Riviera Ridler Award f

Untuk memangkas budget, kompartemen mesin mobil berkelir kuning ini diisi oleh seonggok lumbung pacu Chevrolet LS1 V8 berkapasitas 6.2 liter. Mesin small block yang pertama kali hadir di Chevy Corvette ini cukup digemari lantaran perawatannya mudah, dan biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya relatif lebih murah ketimbang mesin 8 silinder segaris, Buick Nailhead. Keputusan tersebut dihasilkan setelah Launier berkonsultasi dengan penggemar Buick sejati yang juga builder terkenal, Troy Trepanier.

Buick Riviera Ridler Award i

Untuk menghasilkan distribusi bobot yang ideal, ruang pembakaran diposisikan lebih mundur menjauhi firewall. Sementara pipa-pipa saluran bahan bakar, turbo, dan intercooler serta tangki bensin ditaruh di dalam bagasi. Yang sedikit mengundang kontroversi adalah pipa intake dari turbo sengaja dibuat melintang melintasi ruang kabin menuju ke dalam mesin. Menurut Launier, hal ini semata-mata bertujuan untuk menyita perhatian pengunjung Detroit Autorama yang digelar Maret silam.

Buick Riviera Ridler Award g

Setelah menghabiskan sekitar 20,000 jam kerja dan merogoh kocek hingga $300,000 atau nyaris Rp. 3,3 milyar, akhirnya mobil berjuluk Rivision ini selesai dan meraih gelar the Ridler Award di ajang Detroit Autorama.