Cakram rem merupakan peranti yang sangat vital bagi kendaraan. Peranti tersebut berfungsi untuk mengurangi laju mobil, saat deselerasi. Seperti komponen lain yang ada pada anatomi mobil, cakram juga memiliki masa pakai.

Biasanya dengan bertambahnya jarak pemakaian, kondisi cakram pasti menipis seiring terus digunakannya sistem penghenti laju pada kendaraan. Selain tipis, biasanya cakram akan bergelombang karena terus-terusan bergesekan dengan kampas rem.

Indikasinya adalah saat pedal rem diinjak, timbul getaran yang terasa di pedal. Terbilang parah jika getaran tersebut terasa hingga ke lingkar kemudi dan body kendaraan.

Solusi terbaik memang mengganti cakram dengan yang baru agar performa pengereman tetap optimal. Namun cara ekonomis biasanya terus diburu oleh para pemilik mobil yang ingin kendaraannya tetap dalam ambang aman, tapi tidak menguras kantung.

“Caranya dengan di bubut. Karena sejatinya cakram yang permukaannya keriting, bisa diratakan dengan mata pisau dari mesin bubut agar kembali rata. Asal masih belum mencapai indikator tingkat ketebalan minimum pada cakram, ” ungkap Andi dari Start Tire, Pecenongan.

Pria yang telah berpengalaman lebih dari 15 tahun sebagai mekanik tersebut menyebutkan cara ini terbilang aman karena juga turut direkomendasikan pabrikan terhadap konsumen, juga yang utama adalah jauh lebih hemat.

Hanya saja cara ini hanya dapat dilakukan satu sampai dua kali, tergantung model ketebalan cakram. Pasalnya jika tanda batas ketebalan sudah menunjukan batas minimum, maka cakram wajib diganti. Jika dipaksakan, piringan tersebut akan rentan terhadap panas akibat gesekan dan berpotensi retak.

Dengan biaya Rp 350 – Rp 450 ribu untuk sepasang cakram, performa penghenti laju pun akan kembali normal tanpa adanya getaran yang timbul dan berbahaya saat pengereman. Dibandingkan jika mengganti baru, sepasang peranti cakram milik Mitsubishi Lancer lansiran 2007 dibanderol Rp 3 juta untuk yang orisinal.

Sementara sepasang cakram non orisinal dihargai Rp 1,250 ribu.

Pilihan kembali di tangan konsumen, sebagai pemilik mobil. Yang jelas bagaimana pun langkah yang ditempuh, pastikan kinerja pengereman pada mobil wajib maksimal, agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan.