Bukan hanya mengincar penjualan, pemain besar dalam industri otomotif sudah sepatutnya ikut berkontribusi pada aspek-aspek kehidupan masyarakat. Misalnya, soal kebudayaan, seperti yang dicontohkan oleh BMW Group di tanah kelahirannya.

Bekerjasama dengan pemerintah kota Munich, Jerman, BMW Group rutin mengadakan pagelaran musik jazz sebagai bentuk perhatiannya pada musik-musik klasik. Pada tahun 2016 ini, penyelenggaraan ajang yang bertajuk “BMW Welt Jazz Award” tersebut sudah menginjak kali ke delapan.

Lewat ajang ini, BMW mengajak musisi-musisi jazz dari beberapa negara, misalnya AS, Israel, Swiss, Italia, dan Jerman sendiri untuk mempertontonkan karya musik klasik demi memperebutkan penghargaan dengan nilai mencapai 15.000 Euro atau sekitar Rp220 juta.

BMW Group menganggap, event yang akan diadakan sejak Januari hingga Maret 2016 tersebut merupakan cara yang tepat untuk melestarikan warisan karya musik. “BMW Welt Jazz berusaha melihat kembali tradisi besar di masa lalu sementara itu, tetap berorietasi pada masa depan,” kata Maximilian Schöberl, Senior Vice President, Corporate and Governmental Affairs, BMW Group lewat dalam siaran persnya.

Lewat penampilan yang inovatif, para musisi akan menerjemahkan inspirasi dari berbagai disiplin di luar jazz. Dengan begitu, jenis musik ini akan dapat terus beradaptasi.