Setelah hiatus selama 44 tahun, Mercedes-Benz kembali menghadirkan sedan atap terbukanya yang masuk ke dalam jajaran keluarga S-Class. Sedan mewah dengan empat bangku penumpang ini merupakan varian keenam yang akan melengkapi catatan kesuksesan S-Class.

Sosoknya membawa intisari dari kasta saloon tertinggi the Three-pointed Star berupa keeksklusifan desain yang sensual serta teknologi paling mutakhir. Model yang elegan sekaligus sporty ini jelas-jelas akan tampil lebih menawan di bawah sorotan lampu pameran Frankfurt Motor Show 2015 nanti.

Faktor aerodinamika merupakan fokus penting bagi pabrikan yang melansir kendaraan atap terbuka. Apalagi ada nama sebesar Mercedes-Benz yang dipetaruhkan. S-Class Cabriolet memiliki angka drag coefficient sebesar 0,29. Pencapaian yang diklaim mampu menghadirkan air flow sempurna.

Terwujud berkat penggunaan konsep panel-panel yang luas, mulai dari bagian kompartemen mesin sampai panel utama mobil. Sementara itu, pada bagian samping bodi, bentuk spoiler roda dan spion juga dirancang untuk mengentaskan kebising dari hantaman angin.

Mercedes-Benz S-Class Cabriolet butuh waktu sekitar 20 detik untuk membuka dan menutup atapnya pada kecepatan maksimal 60 km perjam. Atap tersebut terdiri dari tiga lapisan. Bagian terluarnya mengombinasikan penggunaan material botyl dan neoprene yang berfungsi sebagai lapisan anti air.

Kombinasi material tersebut juga berfungsi untuk menekan tingkat kebisingan, sama halnya dengan lapisan akustik yang mengoptimalkan fungsi atap. Dan terakhir, ada lapisan pengisolasi yang memastikan tulang pembentuk siluet elegan atap tersebut tidak terlihat dari dalam.