Selepas peralihan status dari tahanan penjara menjadi tahanan rumah di kediamannya di Jepang, pihak kejaksaan Perancis menemukan adanya bukti baru pada kasus penggelapan dana perusahaan oleh Carlos Ghosn. Mantan orang nomer satu di Nissan tersebut kedapatan menggunakan uang perusahaan untuk membiayai pernikahannya.

Dikutip dari NHK, pihak kejaksaan Perancis menemukan bukti adanya kejanggalan dalam laporan keuangan Renault, produsen mobil Perancis yang telah menjalin aliansi dengan Nissan sebelumnya. Kantor berita Jepang tersebut telah mewawancarai pihak kejaksaan Perancis, Senin (11/9) lalu.

Disebutkan, pihak kejaksaan Perancis mengetahui bahwa Carlos Ghosn pada Oktober 2016 lalu mengadakan pernikahan mewah dengan istrinya yang sekarang di istana Versailles, Perancis. Menurut pengacara Ghosn, Junichiro Hironaka, pernikahan senilai 50.000 Euro tersebut adalah cuma-cuma, namun nyatanya pihak kejaksaan Perancis menemukan adanya bukti perusahaan mengeluarkan uang sejumlah nominal tersebut.

“Ghosn telah menyalahgunakan dana perusahaan Renault dan menggunakannya untuk memakai keperluan pribadinya tersebut,” ungkap pihak kejaksaan Perancis kepada NHK.

Saat ini Carlos Ghosn yang berusia 65 tahun sedang menjalani hukuman tahanan rumah setelah pengacaranya membayar tebusan sebesar US$ 9 juta atau setara 1 miliar Yen. Ghosn kini mendapatkan pengawasan ketat dirumahnya di Jepang.

Meskipun menjalani hukuman tahanan rumah, Ghosn bersedia dipanggil dan dipenjarakan kembali dengan tuduhan lain apabila ada bukti baru ditemukan oleh pihak kejaksaan Jepang.